
Manado – Ratusan guru di Kota Manado mendatangi Kantor Walikota Manado menuntut kejelasan dari tunjangan sertifikasi guru yang tak kunjung cair. Para Oemar Bakri ini diterima wakil Walikota, Harley Mangindaan yang didampingi Kadis Diknas Dante Tombeg
Dana sertifikasi tersebut sejak bulan 2012, 2013 hingga memasuki triwulan ke dua 2014 ini.
“Kami menuntut Pemkot Manado transparan soal penyaluran dana sertifikasi yang sudah menjadi hak kami. Masa kan di daerah lain sudah disalurkan, tapi kami di Manado tak kunjung cair,” kata tegas Ronny Lintjewas, korlap aksi demo ini.
Mereka pun mengancam akan mogok mengajar jika hak mereka tak kunjung diberikan.
Sementara itu, Kadis Diknas Manado, Dante Tombeg, menjelaskan untuk dana sertifikasi tahun 2012, 2013 masih menunggu SK dari Dirjen. “Itu harus ada SK-nya. Dan sekretaris dinas sudah beberapa kali mengecek langsung ke Jakarta namun belum ada,” jelas Tombeg.
Sementara untuk 2014, menurut Tombeg sudah ada yang diproses ke bagian keuangan sebanyak 2.962 SK dari 3.001 SK guru yang masuk. “Dana sertifikasinya sudah cair dari pusat, tapi harus lengkapi dulu SK baru dana sertifikasi itu bisa dicairkan ke guru-guru yang sudah disertifikasi,” jelas Tombeg.
Wawali Harley Mangindaan sendiri berharap agar guru-guru bisa bersabar menunggu karena semuanya masih dalam proses. “Itu hak guru yang harus pemerintah berikan. Hanya saja semua kan harus melalui proses. Ada aturan-aturan, seperti berkas-berkas yang harus dilengkapi,” tukasnya. (eve/**)




















