Hati-hati Curanmor Berkedok Sewa Mobil Marak, Tim Manguni Polda Sulut Ringkus Satu Pelaku

KAPOK : Aldy Korompot, pelaku pencurian kendaraan bermotor berkedok sewa mobil di rental saat diamankan Tim Manguni Polda Sulut.
KAPOK : Aldy Korompot, pelaku pencurian kendaraan bermotor berkedok sewa mobil di rental  diamankan Tim Manguni Polda Sulut.

Manado – Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) yang menjalankan usaha rental mobil untuk lebih waspada dan berhati-hati. Pasalnya, pelaku pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor berkedok menyewa kendaraan marak.

Rabu (11/11/2015), Tim Manguni besutan Kombes Pol Pitra Ratulangi berhasil meringkus satu pelaku Curanmor, Aldy Korompot (18), warga Molibagu Toluwaya, Bolsel. Ditangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Xenia berwarnah putih.

Direskrimum Polda Sulut, Kombes Pol Pitra Ratulangi mengatakan, pelaku yang sudah merupakan incaran anggotanya diamankan di Desa Komangaan, Lingkungan II, Kecamatan Bolaang. Mobil Xenia putih yang dikendarai pelaku sudah diganti dengan plat merah.

“Pelaku mencoba mengelabui petugas dengan mengganti plat nomor menjadi plat merah. Seolah-olah dia (pelaku, red) adalah PNS. Tapi setelah petugas meminta surat-surat kendaraan tak bisa ditunjukan pelaku,” kata Kombes Pitra.

Seketika itu pula pelaku langsung digelandang ke Mapolda Sulut. Di Mapolda, pelaku yang merupakan residivis kasus yang sama menuturkan, selama menjalankan aksinya, ia berhasil menggasak lima unit kendaraan roda empat.

Sedang, modus yang dilakukan, mencari rental lalu menyewa mobil. Setelah mendapatkan buruannya, pelaku kemudian menjual kendaraan dengan harga murah.

Ditambahkan Pitra, pelaku Curanmor dengan modus sewa mobil di rental berhasil diamankan setelah pihaknya menanggapi percakapan yang ada di media social, tentang maraknya pencurian bermodus sewa mobil.

Kasus Curanmor tersebut diperkuat dengan adanya laporan dari korban, Andre Rare (34), warga Karame, Kecamatan Singkil Kota Manado. Dimana, mobil Avanza yang dirental pelaku tak kunjung dikembalikan.

“Kami masih mendalami kasus ini, karena diduga masih ada tersangka lain yang ikut membantu pelaku. Baik itu penyandang dana maupun pembuat STNK palsu untuk mengelabui korban. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, rekan-rekan pelaku bisa segera kami amankan,” terangnya. (jenglen manolong)

Tinggalkan Balasan