HUT Provinsi, Badan Penghubung Jakarta Ziarah ke TMP Kalibata

Para pegawai saat tabur bunga di makam mantan Gubernur Sulut di TMP Kalibata.
Para pegawai saat tabur bunga di makam mantan Gubernur Sulut di TMP Kalibata.

Jakarta – Dalam rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara ke 49 tahun pimpinan dan staf kantor Badan Penghubung Pemprov Sulut di Jakarta melaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (23/09/2013).

Kepala Badan Penghubung Pemprov Sulut di Jakarta Ir Jemmy Kuhu mengatakan, sejak dipercayakan sebagai pimpinan di Kantor Penghubung telah melaksanakan ziarah yang ke-7 kali. “Sejak saya pimpin, sudah 7 kali kantor penghubung lakukan ziarah, dan hanya kantor perwakilan Sulut yang lakukan ziarah,” tuturnya.

Sebagai masyarakat Sulut yang ada di Jakarta, Kuhu berujar, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya, demikian dengan kantor Badan Penghubung Jakarta melakukan ziarah ke TMP guna menghormati jasa para pahlawan dan tokoh Sulawesi Utara yang telah berjasa pada bangsa ini, khususnya kepada para mantan Gubernur Sulut dan para pahlawan asal Sulut yang di kebumikan di TMP.

Kuhu menjelaskan, seperti yang dikatakan salah satu staf pengurus TMP, dari 33 kantor perwakilan yang ada di Jakarta hanya tiga daerah yang sering datang berziarah ke TMP, yakni Sulut, Provinsi DKI dan Banten. Hal ini merupakan kebanggan tersendiri bagi provinsi Sulut karena sering dipuji para pengurus TMP setiap hadir disana.

“Kantor Badan Penghubung Sulut merupakan pegawai yang setia berkunjung ke TMP ini,” tutur para pegawai TMP pada wartawan media ini.

ziarah TM Kalibata 2Bagi Kuhu, kegiatan rutin tahunan ini perlu dilakukan selain perintah surat edaran Gubernur Sarundajang, juga memotifasi kita untuk berbuat banyak bagi bangsa ini seperti yang telah dilakukan para pahlawan yang telah dikebumikan di TMP Kalibata ini.

37 pegawai Kantor Badan Penghubung yang dipimpin Eva Tambajong selaku Sekrataris Badan berziarah ke mantan Gubernur Sulut yang di kebumikan di TMP. “Para pahlawan yang telah menyumbangkan kemampuan, talenta, dan karyanya patutlah kita tiru perjuangannya seperti Mayjen Willy Lasut, Frits Yohanes Tumbelaka, Letjen Gustaf Hendrik Mantik, dan AA Baramuli mantan Gubernur Sulut ,” ujar Tambajong.

Dari data TMP ada 9478 jenazah dengan jumlah makam 9454, sementara pahlawan asal Sulut yang dimakamkan ada 60 orang.
Inilah nama-nama pahlawan asal Sulut yang sempat didata diantaranya Rudolf Kasenda, R M Sulina, Johanis Lampa, Christian David Pontoh, Josef Warouw, Bram Mengko, Reinhard Mantou, Christian P Masengi, Gustaf J Torek, Gustaf Hendrik Mantik, Roelan Massie, Abe Mantania, LU Lengkong, Eduard Thomas, Ekonomi Turangan, Karel Lumy, Bernhard Makadada, Djohny Sondak, Dirk Sumendap, Alex Rumamby, Tonny Rompis, Djohan Sigar, Frans Mamengko, Willem Paulus Supit, Arie Kumaat, A. A. Baramuli, Otto Rondonuwu, Aloysius Winakar, Jhon Karundeng, Elrich Sanger, Willy Wardeka, Hendrik Roeroe, M D Rotti, Justus Kotambunan, Willy Lasut, A. Sorongan, Simson Sigar, Frederik Walewangko, Lukas Lolok, J. Luntungan, S. Rarung, Pierre Tendean, Markadi Rahardjo, Max Maramis, Gustaaf Kamagi, A.G Lembong, Heins Kaeng, Frits Tumbelaka, CHWF Sumampouw, FL Warbung, Frans Lantu, R A Kambey, Yahya Jhonlie, Frans Tumbelaka, Yosef Walewangko, GL Pesik, Daniel Ratulangi, LF Tangkau, Gordon Mogot dan Ferry Tinggogoy. (patris pangila)