Isu ISIS Tak Benar, Kasus Tataaran Kriminal Murni

Minahasa – Kelurahan Tataaran Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa saat ini masih dijaga aparat Kepolisian dibantu TNI pasca bentrok ratusan Mahasiswa asal Papua dengan masyarakat Tataaran pada Minggu 19 Oktober 2014 pukul 04.00 Wita dini hari tadi.

Informasi yang didapatkan Cybersulutnews.co.id kejadian itu berawal saat beberapa mahasiswa Papua pesta Minuman Keras (Miras) di Tataran Patar, Kawasan GOR Universitas Manado di Tondano (Unima).

Tak beberapa lama kemudian, salah seorang mahasiswa Papua tersebut yang sudah mabuk berteriak-teriak hingga mengganggu warga sekitar. Sekelompok pemuda Tataaran kemudian terlibat aksi baku pukul dengan mahasiswa Papua yang sudah terpengaruh Miras tersebut.

Tak terima teman mereka dipukul, kawanan Mahasiswa Papua melakukan aksi balasan hingga terjadi bentrokan dengan warga Tataran menggunakan berrbagai senjata tajam, hingga mengakibatkan seorang mahasiswa Papua tewas mengenaskan.

Melihat jatuh korban jiwa teman mereka, selanjutnya ratusan mahasiswa Papua makin brutal saja hingga melakukan pengrusakan terhadap rumah-rumah warga disekitar lokasi bentrokan tersebut serta beberapa kendaraan roda empat milik warga, dan membakar motor atau kendaraan roda dua.

Warga Tataaran yang melihat situasi sudah tak terkendali memilih untuk bertahan di rumah.

“Ada banyak mereka mahasiswa Papua yang turun waktu kejadian,”ungkap beberapa warga Tataaran yang enggan menyebutkan nama, sembari menyatakan isu adanya Provokator dan jaringan Islamic State Irak Siria (ISIS) adalah tidak benar sebagaimana yang merebak lewat jejaring atau sosial media.

Pantauan Cyberrsulutnews.co.id di lokasi kejadian pada siang ini, warga Tataaran masih berjaga-jaga dengan melengkapi diri memegang berbagai senjata tajam.

Namun pihak kepolisian Polres Minahasa dibantu aparat TNI sudah melakukan pengamanan dibeberapa lokasi baik di tempat kejadian maupun di lokasi-lokasi lainnya di kelurahan Tataaran tersebut.

Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor bersama aparat TNI di Korem 1302 Minahasa melakukan Konfrensi Pers. Dimana dalam konfrensi tersebut membantah adanya provokator yang menyebut adanya jaringan ISIS sebagaimana merebak lewat sosial media.

“Keadaan sudah kondusif, dan ini merupakan kriminal murni yang disebabkan oleh Miras. Dan kami akan mengusut tuntas terhadap para pelaku tawuran hingga mengakibatkan salah satu mahasiswa tewas. Demikian juga terhadap aksi pengrusakan. Jadi warga maupun mahasiswa Papua untuk tidak terprovokasi dengan berbagai isu yang tak benar, biarlah kami yang akan melakukan pengusutan dan memproses hukum terhadap pelaku-pelaku dalam kejadian subuh tadi,”jelas Kapolres.(Maria)

Tinggalkan Balasan