Jasad Olisye Diotopsi, Keluarga Curiga Korban Diperkosa Lalu Dibuang

Manado – Guna mencari tahu penyebab pasti kematian Olisye Manginsihi (14), warga Malalayang Satu, Lingkungan I, Kecamatan Malalayang Manado, yang ditemukan terkapar di jalan Ring-Road Senin lalu, keluarga kini telah meminta Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, untuk melakukan otopsi kepada jasad korban, Selasa (15/11/2016).

Otopsi terpaksa diambil pihak keluarga, karena merasa kematian gadis remaja yang ditemukan dalam keadaan kritis di Ring-Road banyak tanda kejanggalan. Dimana, kepala bagian belakang korban mengalami bengkak, serta kaki dan tangan korban mengalami lecet.

Tidak hanya itu saja, alat kemaluan korban pun didapati mengeluarkan darah segar. “Hal itulah yang membuat kami terpaksa mengambil tindakan otopsi ini. Ya, supaya kami bisa tahu penyebab pasti kematiannya (korban-red),” terang kerabat dekat korban yang saat itu berada di RS Bhayangkara.

Lebih lanjut, ia meminta agar pihak kepolisian dapat melakukan pengusutan dan menemukan pelaku yang telah melakukan perbuatan keji itu. “Tangkap pelaku yang sudah berbuat keji ini. Kami percaya petugas polisi bisa mengungkap siapa dalang dibalik kematian saudari kami ini. Semoga dengan adanya otopsi ini, kami keluarga bisa mengetahui penyebab pasti kematianya,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak rumah sakit sendiri belum bisa memberikan hasil otopsi terkait kematian korban Olisey. “Hasilnya belum keluar. Mungkin besok baru bisa dilihat (hasil otopsinya),” beber salah satu dokter RS Bhayangkara yang meminta namanya untuk tidak dipublikasi.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Manado, AKP Rolly Sahelengi ketika dikonfirmasi mengatakan kalau kasus yang sempat menggegerkan Manado sudah ditangani Polda Sulut. “Untuk lokasi tempat kejadian perkara atau TKPnya di wilayah hukum Polres Minut. Dari informasi yang kami peroleh, kasusnya sudah ditangani Polda Sulut,” tandasnya.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Marjuki sendiri tak menampik kalau pihaknya saat ini sementara menangani kasus tersebut dan mulai memburu pelaku.

Seperti diketahui, korban ditemukan tergeletak dengan kondisi kritis di jalan Ring-Road, Senin (14/11/2016), pukul 05.30 Wita. Ia pun kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan. Namun, karena kondisinya sudah dalam keadaan kritis, ia kemudian dirujuk ke RS Kandou Malalayang.

Beberapa jam dirawat, korban kemudian menghembuskan nafas terakhir. Dari informasi yang diperoleh Cybersulutnews.co.id, korban diketahui tinggal bersama ibunya di kos-kosan Malalayang. Sementara, korban sempat berkordinasi lewat telepon seluler dengan rekannya Nixson.

Diceritakan Nixson, korban meninggalkan rumah pada Minggu (13/11/2016), sekitar pukul 22.30 Wita. “Waktu dia (korban-red) keluar rumah, dia membawa HP ibunya. Minggu pukul 24.00 Wita, ia sempat telepon saya dan menanyakan kondisi ibunya. Waktu dia telepon, saya menanyakan kondisi dan posisinya dimana. Dia (korban-red) mengaku kalau sedang berada di Kampung Wonasa Kapleng,” terang Nixson.

Lanjut dikatakannya, pada pukul 02.30 Wita, korban kembali menelepon dirinya, tapi sudah tidak sempat diangkat, karena saat itu Nixson dalam posisi tertidur pulas. “Sekitar pukul 05.30 Wita, informasi beredar kemasyarakat bahwa korban ditemukan tukang ojek di ruas jalan Ring-Road tepatnya di dekat SPBU dengan kondisi lemah dan bersimbah darah. Semoga pelaku bisa segera ditangkap,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih terus berupaya memburu pelaku yang tega membuang korban di ruas jalan Ring-Road dengan keadaan kritis.(jenglen)

Tinggalkan Balasan