
Tomohon – Kendati belum diresmikan pemanfaatannya oleh Pemerintah Kota Tomohon, namun kehadiran Pasar Kuliner di Jalan Pasar Lama disambut antusias oleh masyarakat. Tak hanya penjual saja yang giat beraktivitas di sana, tapi masyarakat yang membeli juga menunjukkan animo sangat tinggi.
“Kehadiran Pasar Kuliner di Jalan Pasar Lama ternyata disambut luar biasa oleh masyarakat. Dugaan bahwa pasar ini akan mematikan usaha lain yang sudah beraktivitas lama di sana ternyata tidak terbukti. Justru aktivitas ekonomi masyarakat semakin hidup. Bayangkan dengan modal Rp 300 ribu masyarakat bisa mendapat untung hinga Rp 700 ribu dengan beberapa jam saja berjualan, meski belum diresmikan pemanfaatannya oleh pemerintah,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tomohon Ronny Lumowa.
Ia mengatakan, untuk mendukung eksistensi Pasar Kuliner, pemerintah pada tahun 2014 ini telah mengalokasikan dana Rp 500 juta dalam APBD untuk membangun kanopi baru, menambah luas areal yang ada saat ini.
“Ada kanopi yang panjangnya sekitar 45 meter dan 30 gerobak baru yang akan ditambah di kawasan Pasar Kuliner, untuk memberdayakan masyarakat agar terus berusaha meningkatkan ekonomi keluarga menjadi lebih maju dan sejahtera,” ungkapnya.
Bahkan, kata Lumowa, pemerintah telah mengeluarkan Perwako Nomor 3 Tahun 2014 yang ditandatangani Wali Kota Jimmy Eman tentang Pedoman Pelaksanaan Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL).
“Perwako ini dikeluarkan oleh Pak Wali Kota untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat berusaha sesuai peruntukkan dan mengembangkan kemampuan usaha PKL menjadi usaha ekonomi miro yang tangguh. Juga untuk mewujudkan Tomohon menjadi kota yang bersih, indah, tertib, dan aman,” tuturnya.
Tambah Lumowa, manfaat hadirnya Pasar Kuliner serta payung hukumnya sangat positif bagi pedagang terutama dalam pengembangan usaha, sebab dengan mudah bisa mendapat suntikan modal dari bank.
“Jika ingin mengembangkan usaha dengan mengambil kredit di bank, maka akan langsung diberikan karena diprioritaskan untuk pengembangan usaha kecil. Begitu juga jika ada bantuan dari pemerintah, pasti dialokasikan untuk pembangunan usaha pedagang agar menjadi lebih maju dan sejahtera,” tukas Lumowa. (Maria Wolajan)




















