Keterangan Saksi Perberat Status Terdakwa Korupsi Pinasungkulan Manado

Terdakwa JN Saat Menghadiri Persidangan.

Manado, Cybersulutnews- Proses lanjut perkara korupsi revitalisasi pembangunan Pasar Karombasan Tahun 2014 dengan terdakwa JN alias Jenny kembali bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (22/01). Agenda persidangan kali ini telah memasuki pada tahap proses pemeriksaan saksi.

Dihadapan Majelis Hakim yang dipimpin Vincentius Banar, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado Mitha Ropa dan Christyana Odewi, menghadirkan 3 orang saksi, masing-masing Marthin Mukuan selaku Kordinartor Pasar Pinasungkulan, Joetje Rumondor selaku Badan Pengawas Koperasi dan Royke Rarung selaku Pemasok Bahan.

Dari rangkuman fakta persidangan yang ada, terungkap kalau terdakwa tidak pernah membuat laporan perkembangan pembangunan pasar. Hal itupun yang turut diungkap saksi Jotje. Menurutnya terdakwa kerap memberikan banyak alasan ketika ia meminta laporan tersebut. “Alasannya nanti saja atau masih menunggu stafnya kerjakan, tapi hingga sekarang laporannya tidak ada,”jelas Jotce.

Usai mendengarkan keterangan saksi, Hakim pun lantas menunda persidangan hingga pekan depan, dengan agenda keterangan saksi.

Diketahui sebelumnya Jenny selaku Ketua Koperasi dipercayakan untuk mengelola dana Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), terkait program revitalisasi di Pasar Karombasan. Namun, nyatanya pembangunan yang ada tidak sesuai dengan yang disepakati dalam RAB (Rencana Anggaran Biaya). Seharusnya pembangunan hanggar harus berjumlah 2 unit dan dibangun 20 kios.
Namun terdakwa, hanya membangun 1 hangar dan 8 kios.

Atas hal tersebut terdakwa diduga merugikan keuangan Negara sebanyak 514 Juta dari pagu anggaran Kementrian UKM sebanyak 900 Juta.

JPU sendiri menjerat terdakwa dengan (Primair) Pasal 2 ayat (1), dan (sekunder) Pasal 3 ayat (1) Undang Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang revisi atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Marend)

Leave a Reply