Manado – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) menilai efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah memiliki dampak yang bagus bagi perekonomian daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Andry Prasmuko saat Bincang Media Terkait Perkembangan Perekonomian Terkini Sulawesi Utara di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Rabu (28/5/2025), mengatakan, efisiensi sejauh ini beri dampak positif karena semua belanja jadi lebih ditahan untuk hal-hal lebih penting.
Menurutnya, dampak efisiensi positif karena tidak semua sektor terkena penghematan anggaran.
“Ini menurut pak gubernur ya. Sektor pendidikan dan kesehatan itu tidak dibatasi,” tuturnya.
Ia pun mengharapkan anggaran perubahan pemerintah akan lebih memacu pertumbuhan ekonomi Sulut.
“Sekarang pertumbuhan konsumsi rumah tangga, ekspor, impor dan investasi. Ya, harapannya konsumsi pemerintah meningkat pada semester berikut setelah ada anggaran perubahan,” tukasnya.
Di sisi lain, Prasmuko menyebut pihaknya komitmen membantu pemerintah daerah dalam peningkatan perekonomian.
Upaya yang dilakukan, di antaranya memberikan stimulus berupa bantuan kepada kelompok tani serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Stimulus ini diusahakan terstruktur. Kami tidak berjalan sendiri, kami berjalan dengan pemerintah daerah. Harapan kami mereka akan mengikuti cara itu,” tandasnya.















