Minut-Ada yang menarik dalam deklarasi kampanye damai kandidat Bupati dan Calon Bupati Minahasa Utara (Minut) yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minut, di Hotel Sutanraja, Kamis (27/08/2015) . Kaos berwarna putih yang dibagikan KPU kepada seluruh kandidat dan pendukung kandidat, diduga kuat bermuatan pesan terselubung untuk mendukung kandidat tertentu.
Dimana di baju tersebut tertulis pesan “PILKADA BUPATI dan WAKIL BUPATI Kab. Minahasa Utara 2015. Jang Lupa Neh, Ba Cobloss !!! Rabu 9 Desember” Sepintas, pada bagian belakang kaos tertulis ajakan bagi warga untuk menyalurkan hak pilihnya. Namun jika dicermati, penggunaan dua huruf ‘S’ pada kata ‘coblos’ serta penggunaan tiga kata seru (!) diindikasi merupakan kampanye terselubung KPU Minut guna mengarahkan warga untuk memilih kandidat tertentu. Ini mendapat protes dari tim kampanye pasangan calon bupati nomor urut dua Vonnie Anneke Panambunan dan Joppi Lengkong.
“Kami menilai pihak KPU Minut tidak netral karena membuat bordir seragam yang mengarah kepada pasangan nomor urut tiga. Dan kasus ini akan kami lapor secara resmi kepada Panitia pengawas (Panwas) Minut. Dan juga ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),” kata Ketua Tim Kampanye VAP-JO Denny Sompie SE. Sementara itu, Komisioneir KPU Minut Julius Randang mengakui kesalahan KPU.
“Ini karena kurangnya koordinasi saat membuat seragam. Dan kami tetap menerima jika ada pihak-pihak yang merasa keberatan,” ujar Randang.
Sementara itu, Ketua KPU Minut Fredy Sirap malah menunjukkan sikap tidak profesional saat dikonfirmasi wartawan terkait hal itu. Terlebih saat, salah satu wartawan memfoto belakang baju Sirap. Dengan raut wajah kemerahan, malah akan mengambil kamera salah satu wartawan televisi.
“Sini kita mau liput juga kalian, soalnya kalian tidak objektifitas sebagai wartawan,” ucapnya, sembari langsung pergi meninggalkan wartawan dengan muka marah. Ketua Panwas Markus Wantania saat diperlihatkan foto tentang dugaan mengajak dari KPU, langsung merespon.
“Kita cek dulu, apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Jika terbukti, masalah ini kita akan tindaklanjuti,” tandas Wantania.(ecanamangge)

























