Lagi Prona Di Mitra Bermasalah dan Menuai Sorotan

Mitra-Tak habis-habisnya Badan Pertanahan Nasional (BPN) mendapat sorotan, terulang lagi kasus Program Pertanahan Nasional (Prona) di Mitra yang selalu bermasalah. Kali ini, kuat dugaan ada oknum yang sengaja memanfaatkan pembuatan sertifikat, guna menghasilkan uang.

“Padahal semua berkas sudah dilengkapi. Apalagi yang menjadi permasalahan sehingga sertifikat belum juga kami terima,”keluh D Masie, warga desa Lobu.

Stien Mokodompit warga Lobu mengungkapkan, sertifikat tersebut sudah ada dan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mitra selaku penanggung jawab pembuatan sertifikat Prona ini telah menitipkannya pada salah satu staf yang bernama Panji.

“Kami telah mendapat informasi kalau sertifikat itu sudah diberikan kepada pak Panji. Namun, ketika kami mau minta, ternyata sertifikatnya telah diserahkan kepada salah satu oknum berinisial AA alias Arnold,” ungkap Mokodompit.

Lebih parah lagi, dilanjutkannya, ketika diminta, AA malah meminta uang sebesar Rp500 ribu dengan alasan ongkos ambil sertifikat.

“Sedangkan menurut info dari pak Panji kalau sertifikat itu diminta oleh AA dengan alasan akan membantu menyalurkan kepada, tapi faktanya AA malah memeras kami,” tuturnya seraya mempertanyakan kinerja BPN.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mitra, Remilin Sinurat, melalui Kepala Tata Usaha (KTU), Flortje Mamengko mengatakan, untuk mengambil sertifikat Prona ini harus pemohon langsung ataupun pemerintah desa yang datang ke kantor BPN dan tidak dititipkan.

“Jika ada orang lain yang mengambil harus disertai surat kuasa dari pemerintah desa baru akan diserahkan. Kalau tidak disertai itu maka tidak akan diberikan sertifikat Prona,” terangnya.(Alfian Jay)

Tinggalkan Balasan

News Feed