Bitung- Niat Max J Lomban SE MSi untuk masuk ke kandang banteng (julukan PDI Perjuangan), lebih khusus menjadi calon ketua DPC PDIP Bitung, terancam gagal.
Pasalnya, berdasarkan Skep DPP PDIP nomo 067 tentang penjaringan calon ketua PAC, DPC dan DPD, termuat berbagai syatrat yang sulit dipenuhi oleh wakil walikota Bitung tersebut.
Hal ini diakui oleh kepala sekretariat DPC PDI Perjuangan Bitung, yang juga salah satu panitia penjaringan calon ketua, Suherman Luawo kepada sejumlah wartawan, Rabu (07/01).
“Semua memang punya hak dicalonkan dan mencalonkan. Namun syarat di internal PDIP tidak boleh diabaikan. Salah satunya, setiap bakal calon harus menjadi anggota PDIP minimal selama 5 tahun berturut-turut,” kata Luawo.
Dengan syarat tersebut, maka Lomban hampir dipastikan akan gugur dipenjaringan, meski namanya saat ini masuk dalam daftar yang diusulkan oleh sejumlah pengurus ranting. Hal ini dikarenakan Lomban belum menjadi anggota PDIP.
“Syaratnya, selain menjadi anggota, harus dibuktikan dengan Kartu Tanda Anggota. Dan saya sebagai kepala secretariat, selama ini tidak pernah mengeluarkan Kartu Tanda Anggota atas nama Max Lomban. Jadi dia bukan anggota PDI Perjuangan,” jelas Luawo.
Ditanya mengenai nama Lomban yang sempat masuk dalam bursa karena diusulkan oleh sejumlah pengurus ranting, menurut Luawo hal itu biasa dalam proses demokrasi.
“Memang nama pak Lomban sempat diusulkan oleh sejumlah pengurus ranting. Tapi hal itu bukan jadi jaminan akan lolos jadi calon ketua DPC, karena nantinya semuam akan diverifikasi, apakah memenuhi semua persyaratan atau tidak,” tegasnya.
Sementara itu, ketua DPC PDI Perjuangan Bitung, Ir Maurits Mantiri ketika dikonfirmasi mengatakan, banyak pihak luar PDIP yang memang berniat bergabung dengan partai pimpinan Megawati tersebut.
“Banyaknya orang luar yang ingin bergabung dengan PDIP menunjukan bahwa partai ini seksi,” kata Mantiri. (hezky)




















