Manado Alami Deflasi 2,10 Persen

Kota Manado
Kota Manado

Manado – Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada September 2013 menglamai deflasi, atau terjadi penurunan harga berbagai komoditas sebesar 2,10 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Faisal Anwar mengatakan tercatat terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 144,78 di Agustus 2013 menjadi 141,74 persen di September 2013.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga, menurut Anwar, antara lain emas perhiasan, tahu mentah, kangkung, daun bawang, cakalang asap, mujair, malalaugis, tempe, tude dan ikan bakar.

“Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain bawang. Merah, cabe rawit, angkutan udara, tomat satur, angkutan antar kota, cabe merah, kembang kol, bawang putih, kacang panjang dan buncis,” katanya.

Katanya, inflasi kalender Agustus 2013 sebesar 5,99 persen sedangkan inflasi year on year sebesar 7,73 persen,” ujarnya.

Dijelaskan Anwar, deflasi terjadi karena adanya penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 6,49 persen, serta transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,10 persen. Sebaliknya kelompok yang mengalami kenaikan yaitu, kelompok sandang sebesar 1,55 persen, Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,11persen. Kelompok kesehatan sebesar 0,23 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,08 persen.

“Sedagkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga tidak mengalami perubahan indeks,” terangnya.

Sementara sumbangan inflasi setiap kelompok, ditambahkan Anwar, kelompok bahan makanan sebesar -2,0842 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,0119 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,0272 persen. “Untuk Kelompok sandang sebesar 0,0892 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,0078 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0 persen serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa sebesar -0,1542 persen,” ungkapnya.(Nancy Tigauw)