Sinergi BI-Media, Kesamaan Persepsi Kunci Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Sulut 2026

Manado – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut), Joko Supratikto, mengajak jurnalis ekonomi menciptakan kesamaan persepsi dalam pemberitaan guna memperkuat implementasi kebijakan moneter.

Strategi ini diungkapkan saat Refreshment Wartawan & Kick Off 3rd Festival Jurnalistik 2026 di Kantor BI Sulut, Kamis (26/2/2026), seiring proyeksi BI bahwa sinergi ini bisa menaikkan kontribusi sektor jasa ke PDB Sulut hingga 6,2% tahun ini.

“Dengan adanya persamaan persepsi antara BI dan rekan-rekan media yang diperkuat melalui pemberitaan atau diseminasi informasi yang relevan dan up to date kepada masyarakat,” ujar Joko, menekankan pentingnya alur informasi akurat di era digital untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi rendah.

Joko menambahkan, pemahaman komprehensif ini mendorong media menghasilkan liputan informatif, aktual, akurat, dan bermanfaat bagi mitra strategis seperti UMKM dan investor.

“Dengan begitu dapat membentuk persepsi positif publik dan mendukung efektivitas implementasi kebijakan Bank Indonesia,” ungkapnya.

Hal ini relevan mengingat BI baru saja memangkas suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,75% untuk stimulus pertumbuhan.

Sebagai kelanjutan Refreshment Wartawan, BI Sulut meluncurkan 3rd Festival Jurnalistik 2026 bertema “Jurnalisme Semakin Tangguh, Ekonomi Daerah Kian Bertumbuh: Mengawal Resiliensi dan Mendorong Kemajuan Ekonomi Daerah.”

Kegiatan ini melibatkan puluhan wartawan ekonomi, dengan kompetisi karya yang menyoroti isu resiliensi keuangan pasca-pandemi.

“Melalui kegiatan Festival Jurnalistik, Bank Indonesia berharap ini dapat dioptimalkan sebagai ruang kolaborasi dan penguatan kapasitas rekan-rekan media dalam menghasilkan karya jurnalistik berkualitas, konstruktif, dan berkontribusi nyata,” pinta Joko.

Inisiatif serupa telah terbukti meningkatkan literasi keuangan masyarakat Sulut 15% sejak 2024, menurut survei internal BI.

Kolaborasi BI-media ini dipandang sebagai katalis utama untuk target pertumbuhan ekonomi Sulut di atas rata-rata nasional, didukung ekspor komoditas dan pariwisata.

Tinggalkan Balasan