
Tomohon– Setelah dua tahun tertunda, pembangunan Menara Alfa Omega di Kawasan Taman Kota dipastikan akan dilakukan pada Tahun 2014 ini, setelah tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) yang dipimpin Sekretaris Arnold Poli melakukan rapat bersama badan anggaran (banggar) DPRD dipimpin Andy Sengkey di ruang rapat paripurna membahas hasil
evaluasi APBD yang telah dikonsultasikan ke pemerintah provinsi Sulut, Selasa (7/1) lalu.
“Menara Alfa Omega apakah tetap akan dibangun dibawah koordinasi Bappeda, ataukan ke instansi
lain yang lebih tepat sesuai rekomendasi pemerintah provinsi berdasarkan evaluasi APBD 2014,
seperti Dinas Tata Ruang atau PU misalnya, agar tak terjadi kesalahan,” tanya Andy disaat
rapat bersama.
Menurut Inspektur Kota Tomohon Djoike Karouw, menara Alfa Omega baiknya memang dibangun
dibawah koordinasi Bappeda, sebab baik perencanaan maupun penganggarannya pada APBD 2014 sudah
tertata di Bappeda. “Jika instansi lain yang menangani pembangunannya, maka bisa saja tidak
dapat diwujudkan, karena banyak kesulitan yang akan ditemui. Misalnya, ada perubahan rencana
awal, bahkan hingga kesulitan melakukan tender,” ungkapnya.
Ditegaskan Djoike dengan Kepala Bappeda baru yakni Enos Pontororing, pembangunan Menara Alfa
Omega yang sudah tertunda dua tahun, akan semakin cepat direalisasikan mengingat Enos sendiri,
banyak menunjukkan keberhasilan menangani proyek besar saat menjabat Kepala Dinas Pekejaan
Umum Kota Tomohon selama beberapa tahun terakhir. “Kepala Bappeda yang baru (Enos) memiliki
kualifikasi luar biasa untuk menangani proyek seperti ini, jadi tidak ada masalah yang berarti
yang akan ditemui,” tegasnya.
Pemerintah sendiri telah mengalokasikan dana Rp 7 Miliar pada APBD Tahun 2014, untuk membangun
menara yang akan menjadi ikon baru di Kota Tomohon. Diyakini Djoike, kehadiran menara ini
dapat menambah nilai ekonomi dan sosial masyarakat.
“Menara tersebut nantinya akan merubah wajah Kota Tomohon, dari awalnya biasa-biasa saja
menjadi luar biasa. Menara akan terkoneksi dengan kawasan kuliner di Jalan Pasar Lama,
sehingga lebih menggairahkan perekonomian masyarakat, mengingat banyak pengunjung nantinya
yang akan datang. Sebab, disediakan warnet, rumah kopi, dan usaha lainnya ditempat ini,”
tukasnya. (maria Wolajan)


























