
Mitra-Tak hanya musim panas yang membawa kesulitan bagi masyarakat. Musim pengujan juga demikian. Bahkan bencana dimusim penghujan lebih parah lagi. Artinya, baik musim kemarau maupun penghujan, apabila berlebihan akan berdampak negatif bagi masyarakat.
Seperti daerah lainnya, kabupaten Minahasa Tenggara, saat ini termasuk dalam kategori curah hujan tinggi. Makanya pemkab Mitra, melalui Dinas Penggulangan Bencana harus meluangkan waktu lebih intens lagi dalam memantau kondisi curah hujan saat ini.
Selain melakukan sosialisasi dimasyarakat terkait bencana, pihak BPBD juga telah menindak lanjuti dengan melayangkan surat imbauan kepada setiap camat di kabupaten ini. “Selain sosoalisasi, kami juga sudah menyurat ke para camat di daerah ini, untuk sedianya mengantisipasi intensitas curah hujan yang biasa terjadi dipenghujung tahun,” kata kepala BPBD Mitra, Rohana Nou.
Menurutnya pihaknya telah melakukan simulasi penanggulangan bencana di SMA 1 Touluaan. “Kami juga bekerjasama dengan pihak sekolah, dan melakukan simulasi dengan siswa,” tuturnya.
Dia menyadari sebagai perpanjangan tangan pemerintah, Nou menghimbau masyarakat yang berada dekat bentaran sungai maupun tebing, untuk waspada bencana dimusim penghujan saat ini. “Masyarakat yang berada dibentaran sungai kalau merasa terancam dengan naiknya air sungai, ada baiknya menginap di tempat saudara demi keselamatan. Demikian pula masyarakat yang pemukimannya dekat tebing,” imbaunya.
Ditambahkanya bahwa kawasan gunung potong pun rawan bencana tanah longsor. Sebabnya, dia mengingatkan bagi setiap pengendara baik roda dua dan empat yang akan melewati ruas jalan tersebut, untuk waspada dan berhati-hati. “Kita tidak meminta dan tidak tahu bencana tiba, namun setidaknya kita harus waspada,” kuncinya.(Alfian Jay)






















