Oknum BPMS Diduga ‘Bermain’, Independensi Tim X BPMS GMIM Diragukan

Demo mahasiswa UKIT beberapa waktu lalu saat Rektor UKIT dicopot.
Demo mahasiswa UKIT beberapa waktu lalu saat Rektor UKIT dicopot.

Manado- Pasca pembentukan tim independen oleh BPMS GMIM, respon kritis tetap terlontar. Terbentuknya Tim Independen yang betujuan menangani permasalahan UKIT tak urung memantik pertanyaan tentang keseriusan BPMS yang ditugaskan secara khusus oleh Sidang Sinode di Tondano untuk menyelesaikan dualisme UKIT (versi YPTK dan YW) yang berkepanjangan hingga mencapai 10 tahun.

‘’Sejak periode kepengurusan BPMS lalu masalah ini terlihat stagnan, tak ada kemajuan. Justru kemajuan terjadi dari pihak UKIT sendiri ketika terjadi penandatanganan penyatuan UKIT dari kedua rektor UKIT (YW dan YPTK). Yang saya heran kan adalah tidak ada pernyataan sikap resmi daripihak BPMS terhadap kejadian bersejarah tersebut,” kata Royke Burhan, anggota jemaat GMIM Riedel Wawalintouan dan pemerhati permasalahan GMIM.

Mengherankan kata Burhan, adalah tidak ada pernyataan sikap resmi dari pihak BPMS terhadap kejadian bersejarah tersebut. Hal itu membuat Burhan menduga pihak BPMS tidak terlalu senang dengan proses penyatuan tersebut.

‘’Kenapa?, sangat banyak hipotesa yang bisa dikemukakan untuk mendukung dugaan saya. Waktu terus berjalan dan seperti dugaan saya, rektor UKIT versi YW kemudian secara mengagetkan dilengserkan oleh Pembina Yayasan Wenas yang! merupakan perpanjangan tangan BPMS. Alasannya telah kita tahu bersama, mempertanyakan legalitas ijasah sang rektor. Meskipun akhirnya posisi sang rektor telah dikembalikan atas desakan mahasiswa namun kejadian tersebut memperkuat keyakinan saya bahwa benar ada sebagia oknum di BPMS yang tidak menyukai penyatuan UKIT’’.

Olehnya Burhan ikut meragukan kinerja Tim Independen yang menurutnya tim ini sebetulnya dibentuk oleh oknum BPMS untuk balik menjerat pihak UKIT YW yang pada pergolakan selanjutnya telah melengserkan petinggi-petinggi BPMS dari posisi-posisi penting di Pasca Sarjana UKIT YW.

LUMEMPOW OPTIMIS

Berty Lumempow Ketua Tim X via HP menyatakan, saat ini bersama tim berfokus untuk bekerja sesuai dengan mandat yang dikuasakan oleh BPMS.

‘’Beri kami kesempatan untuk bekerja, yang pasti saya netral demikian pula dengan teman-teman yang ada,’’ tukas Lumempow.

Apa saja yang menjadi prioritas penanganan dan bagaimana mekanisme pelaporan tim ini, ‘’Yang utama menelusuri ijazah Rektor UKIT dan kemudian kami membuat rekomendasi sebagai bagian laporan, hasilnya ikut dipublikasikan,’’ bebernya.

Seperti diketahui, pasca persoalan yang membelit Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) A Z R Wenas, Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Injili di Minahasa (GMIM) sebagai Badan Pembina Yayasan A Z R Wenas usai mengaktifkan kembali Rektor UKIT Yopie Pangemanan, telah membentuk tim berangotakan 10 orang atau tim X.

Pembentukan tim X itu sesuai dengan surat tugas no. K.1859/PPD.I.1/9-2016 tertanggal 2 September 2016. Surat itu ditandatangani oleh Ketua BPMS GMIM Pdt H W B Sumakul, dan Sekretaris BPMS Pdt Hendrie Runtuwene.

Tim X terdiri dari Berty Lumempow (Ketua), Pdt Handry Dengah, Pnt Dr Hermanus Bawuoh, Piet Wongkar, Pdt Marthen Rindengan, Djoly Sualang, Karno Rumondor, Pnt Iten Kojongian, Suharto Sulengkampung, dan Hendry Kawet.(maria)

Tinggalkan Balasan