
Tomohon – Keunikan Pasar Tomohon dengan jualan ekstrim-nya yang sudah mendunia ternyata masih belum diimbangi dengan infrastruktur yang baik. Dari pantauan di lapangan, kondisi pasar ini harus segera ditata kembali. Penataan lapak pedagang yang terlihat masih banyak yang berjualan di tengah ruas jalan yang dilewati para pembeli.
“Seperti para padagang cabo (baju bekas-red) yang sering berjualan di tengah jalan, tepatnya di
depan lapak cabo. Seringkali jika kondisi pasar ramai, sangat mengganggu pembeli yang melintas di
ruas jalan itu. Seharusnya pengelola pasar memperhatikan hal ini,” ujar Sandra warga walian,
Kamis (25/09).
Begitu pun dengan kondisi jalan di sekitaran salah satu pasar tradisional terbesar di Sulut ini.
Terlihat sudah banyak lubang. Jika cuaca sedang hujan, jalan menjadi becek, bahkan air tergenang
di banyak lubang.
“Ada juga sampah-sampah yang sering saya lihat lambat diangkat oleh petugas. Jika matahari sudah
tinggi, baunya sudah menyengat. Itu sangat mengganggu,” ujar sandra.
Ia meminta Pemkot Tomohon untuk kembali merehabilitasi pasar tradisional ini, karena menurutnya
pasar tradisional ini sangat dibutuhkan warga Tomohon dan sekitarnya.
“Jangan hanya fokus pada pembangunan pasar segar, dan seolah tak memperdulikan pengembangan pasar tradisional ini,” tandasnya.
Sebelumnya, kondisi pasar Tomohon ini pun sempat dikritik Wakil Menteri (Wamen) Perdagangan RI Bayu Krisnamurthi saat datang meresmikan Pasar Segar.
Menurut Bayu, sebagai jantung hidup masyarakat, pasar mestinya dibangun infrastruktur lebih lengkap, rapi dan bersih sehingga nyaman untuk ditempati penjual maupun pembeli dalam melakukan aktivitas jual beli.
“Saya belum puas melihat pasar ini (Beriman), karena pembangunannya belum selesai. Baru Pasar Segar saja yang selesai, tapi bangunan pasar lainnya yang di samping ini juga ke depan harus dibangun,” kata Bayu sambil memalingkan pandangan di ke arah pasar tradisional yang dipadati oleh pembeli dan pedagang.
Meski Pasar Segar telah tuntas dibangun dan tampak lebih elegan, karena sudah bersih, namun kondisi Pasar Beriman secara keseluruhan memang tampak belum rapi, sebab ada bagian bangunan yang sudah tua dan belum tersentuh rehabilitasi.
“Pasar itu harus dibangun menjadi sesuatu yang nyaman dan membanggakan, dan pemerintah ke depan akan melakukan itu. Tahun ini dalam APBN memang baru sekitar 90 pasar saja yang akan direhabilitasi, tapi ke depan akan lebih dari itu sesuai visi misi dari Presiden terpilih Jokowi,” tuturnya.(maria wolajan)




















