Pdt Pingkan: Dalam Takut Akan Tuhan ada Kebenaran, Ketentraman dan Perlindungan

Pdt Pingkan Dengah STh, Pendeta Gmim Bethesda Mokupa

Amsal pasal 14 : 26-36

TONDANO – Kitab Amsal adalah bagian dari sastra hikmat dalam Alkitab Perjanjian Lama yang sebagian besar disusun oleh Raja Salomo.

Tujuannya adalah untuk memberikan petunjuk hikmat praktis bagi kehidupan umat Allah, terutama dalam hal hidup berkenan kepada Tuhan di tengah realitas dunia yang penuh tantangan.
Dalam konteks Amsal 14, Salomo menunjukkan kontras antara orang bijak dan orang bodoh, antara mereka yang hidup dalam takut akan Tuhan dan mereka yang mengandalkan hikmatnya sendiri.

Ayat-ayat ini memberi kita prinsip-prinsip hidup yang kekal nilainya dan tetap relevan bagi kita di masa kini.

Tema khotbah hari ini, “Dalam Takut akan Tuhan Ada Kebenaran, Ketenteraman, dan Perlindungan,” menyoroti inti dari kehidupan yang benar di hadapan Allah: takut akan Tuhan sebagai fondasi kehidupan yang kuat, aman, dan diberkati.

Takut akan Tuhan akan menjauhkan kita dari dosa, ajaran sesat, gaya hidup duniawi, dan keputusan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Di tengah kehidupan modern yang penuh kompromi moral, jemaat perlu diteguhkan bahwa satu-satunya sumber hidup sejati bukanlah uang, jabatan, atau popularitas—melainkan kehidupan yang berakar dalam rasa takut akan Tuhan.

Amsal 14:26 mengatakan, “Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.” Ini bukanlah janji kosong.
Ini adalah kebenaran yang kekal. Takut akan Tuhan bukanlah ketakutan yang membuat kita menjauh dari-Nya, melainkan rasa hormat, kasih, dan ketaatan yang membuat kita melekat kepada-Nya dan menjauhi kejahatan.

Takut akan Tuhan bukan membuat hidup kita sempit, tetapi justru melepaskan kita dari jerat dosa dan memberikan kita hikmat dalam menjalani hidup.

Takut akan Tuhan menghadirkan kebenaran. Di zaman ini, ketika kebenaran mudah dibelokkan demi keuntungan pribadi, orang yang takut akan Tuhan akan tetap berjalan dalam kejujuran, dalam integritas, dan dalam kasih.
Ia tidak berani menyuap, tidak berani memfitnah, tidak berani menyalahgunakan kepercayaan orang lain, sebab ia tahu bahwa matanya tertuju pada Tuhan, bukan manusia. Dalam takut akan Tuhan, kita diajar untuk hidup benar, walaupun tidak populer.(FerdinandRanti)

Tinggalkan Balasan