Manado – “Dunia kelap-kelip” Kota Manado makin bergairah saja. Di bilangan Malalayang, tempat esek-esek paling meriah di Kota yang dipimpin Walikota Manado, GS Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Harley Mangindaan ini, menjadi tempat favorit para pria hidung belang dalam mencari kenikmatan sesat tersebut.
Ironinya, tempat pelacuran itu tak jauh dari rumah ibadah. Anehnya, masyarakat sekitar maupun pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Manado serta aparat kepolisian seakan tutup mata dengan tempat maksiat yang terus beroperasi di bibir pantai Kota Manado itu.
Penelusuran Cybersulutnews.co.id, tempat pelacuran plus hotel kelas melati serta pub dan diskotik, awalnya terlihat biasa-biasa saja. Saat memasuki pintu gerbang menuju tempat yang dikenal dengan Hotel Kowloon Manado, tampak pelataran parkir penuh dengan berbagai jenis mobil.
“Bisa dibantu,” sapa seorang pria saat menyambut mobil kami yang belakangan diketahui bernama Audy, tak lain germo di tempat tersebut.
Dengan isyarat tertentu, kemudian Audy yang biasa disapa “Papi”itu, menghampiri kendaraan kami yang terpakir tepat disebelah kendaraan bermerk Honda Jazz berwarna merah. “Banyak yang bagus-bagus,” timpal Audy serta disusul munculnya lima gadis cantik dari beberapa mobil yang terpakir dan mendekati kami.
“Standar saja, Rp750 Ribu, ditambah Rp 130 Ribu untuk kamar sekali main,” ucap Audy, yang menjawab pertanyaan kami mengenai harga short time alias satu kali main dengan gadis-gadis asuhannya itu.
Beberapa saat kemudian mata Cybersulutnews.co.id, terarah pada kemolekan gadis yang keluar dari mobil Honda Jazz disamping kendaraan kami.
“Nama saya Marcella,” ujarnya dengan senyuman manis gadis berusia 21 tahun ini. (bersambung…)


























