Ondong – Gunung Karangetang merupakan salah satu gunung paling aktif di Indonesia. Meski demikian, gunung ini memiliki daya tarik tersendiri. Sehingga menarik minat wisatawan asing maupun lokal datang berkunjung.
Namun, dengan kondisi penghujan saat ini, Pemkab Sitaro menghimbau untuk sementara tidak mendaki lebih dari 200 meter dari kaki gunung.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro Bob Wuaten, mengatakan, turun hujan yang berkepanjangan dapat mengakibatkan banjir lahar dingin.
“Jika turun hujan dengan intensitas tinggi di puncak gunung api, berpeluang terjadi banjir lahar dingin. Karena itu, dihimbau jangan dulu mendaki di atas 200 meter untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” kata dia, di Ondong, Selasa (15/08).
Ketua Pos Pemantau Gunung Karangetang Yudia Tatipang mengungkapkan hal senada. Dia menuturkan, musim penghujan dapat memicu terjadinya tanah longsor pada puncak gunung api.
“Demi keselamatan jangan dulu beraktivitas di bawah kaki gunung. Sebab, ancaman longsor dan lahar dingin bisa terjadi kapan saja bila turun hujan deras apalagi turun seharian,” ucapnya mengingatkan.
Sementara itu, Dominic Derek, salah satu guide di Pulau Siau, mengungkapkan, Gunung Karangetang menjadi tujuan utama para wisatawan datang berkunjung di Pulau Siau.
“Dengan adanya himbauan ini, Gunung Karangetang saat ini tidak memungkinkan untuk didaki melebihi batas yang telah ditentukan pos pemantau gunung api.
Para wisatawan hanya melihat dari kejauhan atau dari Pos Pemantau Gunung Karangetang di Kampung Salili,” urainya.(jackmar tamahari)




















