
Minahasa – Sejumlah masyarakat Kabupaten Minahasa menuntut keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, dalam menangani perkembangbiakan eceng gondok di Danau Tondano.
Pasalnya, pertumbuhan gulma air yang kerap menjadi perbincangan hangat ini, nampak mulai tak terkendali lagi. Selain menyebabkan terganggunya sejumlah aktivitas nelayan, eceng juga menyebabkan rusaknya keindahan dan kelestarian di Danau kebanggaan Minahasa tersebut.
“Selain merusak keindahan dan kelestarian Danau, eceng gondok juga mengganggu usaha nelayan dalam menangkap ikan. Kami mohon keseriusan Pemkab Minahasa dalam penanganan gulma air ini,” keluh Hendro Sumanti, nelayan asal Kelurahan Toulour Kecamatan Tondano Timur, yang turut diaminkan sejumlah rekannya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi (JWS), ketika dimintai tanggapan, kepada CSN menuturkan, untuk menangani pertumbuhan eceng gondok di Danau Tondano yang mulai tak terkendali ini, pihaknya telah menganggarkan dana untuk pengadaan alat berat seperti Eksavator dan Tongkang, untuk mengangkat eceng.
“Tahun lalu kami sudah anggarkan Rp 1 Miliar dari APBD Minahasa dan bantuan Rp 1 Miliar dari APBD Provinsi Sulut. Namun, memang kami akui dana tersebut belum cukup karena eceng gondok yang ada di Danau Tondano ini sudah sangat banyak. Tahun ini kami telah menganggarkan pengadaan alat berat yang dalam waktu dekat sudah akan dilakukan lelang ditender,” terang JWS.
Dirinya berharap, dengan adanya Eksavator dan Tongkang di Danau Tondano yang dapat bekerja secara berkesinambungan, persoalan eceng gondok di Danau Tondano ini dapat teratasi.
“Semoga dengan adanya alat berat ini nanti dan mulai bekerja Tahun ini, Tahun depan diharapkan Danau Tondano sudah bersih dari eceng gondok,” ujarnya, sembari menghimbau masyarakat Minahasa juga untuk berpartisipasi dalam pegendalian pertumbuhan eceng gondok ini.(fernando lumanauw)




















