MANADO- Aksi demo yang dilakukan puluhan sopir mikrolet Senin (1/12/2025), di depan Kantor Wali Kota Manado, turut disikapi Pemerintah Kota Manado.
Aksi ini dilakukan terkait dengan operasional Bus Trans Manado yang baru berjalan selama 3 hari ini.
Menyikapi aksi demo ini, Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado, Jefry Worang, menyatakan pemerintah selalu terbuka terhadap aspirasi dan keluhan para sopir.
Menurut Worang, ada beberapa tuntutan sudah disampaikan para sopir kepada Pemkot Manado.
“Semua itu akan kami kaji, dan kami akan mencari jalan keluar yang terbaik bagi kita semua,” kata Worang.
Dari beberapa poin tuntutan dari para sopir salah satunya terkait titik-titik jemput Bus Trans Manado yang dinilai tumpang tindih dengan jalur trayek mikrolet.
Worang menyatakan bahwa proses operasional Bus BTS masih dalam tahap uji coba.
“Karena ini masih masa uji coba, tentu seluruh skema akan kami evaluasi. Termasuk titik jemput dan sistem operasionalnya,” imbau Worang.
Demikian pula dengan tarif yang hingga kini masih gratis bagi penumpang, Worang berharap tarif ini boleh berlangsung lama, sambil menunggu penetapan tarif resmi.
Dari pantauan wartawan, aksi demo para sopir ini diterima langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Julises Oehlers.
Kata Oehlers, pemerintah tidak menutup pintu dialog. “Sebagai pemerintah, tentu kami akan mencari solusinya. Aspirasi sudah kami terima dan disampaikan kepada pimpinan,” jelasnya.
Diketahui, sebanyak 16 unit Bus Trans Manado mulai beroperasi dengan dua rute: Malalayang–Kalimas dan Kalimas–Bandara, ditambah dua unit cadangan. Bus ini merupakan bantuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan.
Namun Senin (1/12/2025) ini, Bus Trans Manado tidak beroperasi di tengah situasi yang berkembang pasca demonstrasi para sopir mikrolet. Sebab, Pemerintah Kota Manado sementara melakukan evaluasi dan kajian secara matang termasuk tuntutan para sopir.(yanes)
Pemkot Manado Tampung dan Kaji Aspirasi Para Sopir




















