Pemprov Sulut Raih WTP, Persembahan Terbaik untuk Rakyat

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akhirnya kembali meraih capaian tertinggi bidang pengelola keuangan berupa predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pengelola Keuangan (BPK) RI. Opini ini diberikan berdasarkan 4 poin penting penilaiaan seperti, kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), efektivitas  sistem pengendalian interen (SPI), kepatuhan peraturan perundang-undangan dan kecukupan pengungkapan.

Opini WTP ini disampaikan Auditor Utama Keuangan Daerah Wilayah 6, Syafrudin Mosii dalam rapat paripurna Isteimewa DPRD Provinsi Sulut,  Selasa (2/7). Ketika Mosii membacakan kalimat pemprov Sulut meraih opini WTP, tepuk tangan meriah hadirin yang menghadiri rapat paripurna DPRD Sulut membahana.

Gubernur Sulut, Dr SH Sarundajang ketika ditemui mengatakan, penghargaan WTP untuk ketiga kalinya bagi Sulut (Tahun 2009,  2010 dan 2012 ini) merupakan hal luar biasa. Menurutnya, raihan tersebut bukan berarti semuanya sempurna dalam urusan pemerintahan dan dirinya mengakui akan terus berusaha lebih baik lagi.

“Puji Tuhan kita bisa raih opini WTP. Ini capaian luar biasa, tetapi bukan berarti saat ini tidak ada kekurangan dalam pemerintahan, kita akan terus berusaha memperbaiki lagi,” kata Sarundajang.

Gubernur dua periode ini juga mengungkapkan, Pemprov Sulut akan terus berusaha mempertahankan apa yang sudah diraih saat ini dengan bekerja lebih baik lagi. “Raihan ini sangat luar biasa. Dengan penghargaan ini kita akan berusaha bekerja lebih lagi kedepannya,” katanya.

Dihubungi terpisah, Ketua DPRD  Sulut, Meiva Salindehi-Lintang mengatakan, Pemprov Sulut saai ini memperlihatkan kecenderungan yang semakin membaik. Menurutnya, penilaian kriteria yang naik dari tahun sebelumnya menuntut pemerintah untuk terus dapat meningkatkan kinerja.

“Kecendrungannya semakin membaik, kedepannya harus lebih baik lagi karena pemeriksaan itu juga semakin berkembang. Dalam hal mengenai Aspek pengamanan aset, administrasi,  maupun keuangan itu harus semakin tertip dan taat aturan administrasi pemerintahan,” kata Meiva.

Sumringah dan ungkapan syukur disampaikan Wakil Gubernur Sulut, Djouhari Kansil saat bersua wartawan, Selasa (2/7) di kantor gubernur. Ia menyebutkan bahwa WTP menjadi harapan seluruh instansi pemerintah. Karena itu menjadi barometer pengelolaan keuangan daerah yang baik dan benar dan tanpa distorsi.

“Terima kasih kepada Tuhan. Terima kasih kepada staf yang telah bekerja optimal. Ini menandakan bahwa Pemprov Sulut sukses mengelola keuangan tanpa distorsi,” katanya.

Dia mengatakan, WTP untuk pertama kali saja itu sudah sangat luar biasa, apalagi predikat WTP 3 kali. “Ini benar-benar luar biasa,” kata Kansil.

 

 

Tinggalkan Balasan