Perawat RSUP Ratatotok Pertanyakan Kejelasan Jasa dan LP

 

Rumah Sakit Umum Ratatotok Buyat
Rumah Sakit Umum Ratatotok Buyat

Mitra.Setahun lebih belum direalisasikan, sejumlah perawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Ratatotok, Minahasa Tenggara (Mitra), akhirnya angkat bicara soal kepastian pembayaran uang jasa Jamkesmas, Jampersal dan Umum.

Kepada wartawan, Selasa (29/10) keterwakilan dari 50-an perawat ini meminta pihak rumah sakit untuk transparan soal uang jasa tersebut. Dimana diungkapkan mereka, sesuai informasi yang diperoleh dana tersebut sudah lama ada namun sangaja di tahan-tahan para atasan.

“Dengar-dengar so lama ada, cuma bos-bos so pake dulu. Kalo memang demikian kita minta ada kejelasan. Kalo belum ada ya disampaikan, dan kalau memang sudah ada mana uangnya dan kenapa belum dibayarkan,” tanya beberapa perawat yang meminta namanya untuk tidak ditulis.

Tak itu saja yang dikeluhkan, para perawat ini juga mempertanyakan alasan pihak rumah sakit yang hingga kini belum membayar uang lauk pauk (LP) selama empat bulan. “Bayangkan sampe torang (PNS, red) mo angka doi di bank, direktur nimau tanda tangani padahal so sangat mendesak itu keperluan,” kata mereka lagi.

Anehnya lagi, untuk pegawai struktural lanjut mereka selalu ada proses pencairan. Namun khusus pegawai yang bertugas di bagian pelayanan, ada kesan selalu terus diabaikan alias di anak tirikan. “Paling tidak ada kepastian kapan akan direalisasikan. Termasuk memberikan kemudahan kepada pegawai yang hendak melakukan pinjam di bank,” harap mereka.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUP Ratatotok Dr Vally Ratulangi belum berhasil dimintai konfirmasi. Berulang kali dihubungi via telpon dengan nomor 085240502XXX, meski terdengar nada panggil namun tidak dijawab.(Alfian T