Minahasa – Cuaca ekstrim yang terjadi di wilayah pantai timur Kabupaten Minahasa beberapa waktu lalu, menyebabkan gelombang pasang air laut, yang menyebabkan sejumlah rumah di pesisir pantai Desa Bukit Tinggi Kecamatan Kakas Barat, alami rusak berat dan ringan.
Informasi diperoleh dari Hukum Tua Desa Bukit Tinggi, Alfrintje Sahelangi, Rabu (22/04) siang, gelombang pasang terjadi pada Sabtu, 18 April 2026, hingga pada Senin awal pekan ini.
“Gelombang pasang ini terjadi Sabtu pagi sampai Senin baru-baru ini, bahkan sampai sekarang ombak besar masih sering datang melanda rumah warga meski tak sering,” terang Sahelangi.
Setidaknya, ada 11 rumah warga yang terdampak gelombang pasang ini dan mengalami rusak berat, bahkan pemilik dan penghuni rumah harus mengungsi sementara waktu.
“Gelombang pasang ini juga sudah pernah terjadi bulan Maret lalu. Ada warga yang mengungsi, tapi ada yg bertahan dalam rumah yang rusak ringan. Tapi, rata-rata rumah rusak berat dari bagian dapur karena membelakangi pantai,” ujarnya.
Pihak Pemerintah Kabupaten Minahasa sendiri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dibawah komando Kepala BPBD, Sandro Mogot, pada Selasa (21/04) kemarin, telah menyalurkan bantuan bagi para keluarga yang menjadi korban, dan hingga saat ini masih standby di lokasi kejadian.
“BPBD Minahasa sudah mengunjungi korban bencana gelombang pasang dan membuat tenda darurat untuk tempat warga yang terdampak mengungsi di tempat yang lebih aman dari gelombang pasang. Tenda yang terpasang masih tiga tenda untuk tiga keluarga yang masih tinggal di pengungsian,” pungkasnya.(fernando lumanauw)




















