Perbaikan Jalan Tomohon-Manado, Pusat Kucurkan Rp 400 M

Kunjungan Komisi III DPR-RI di lokasi bencana longsor Tinoor
Kunjungan Komisi III DPR-RI di lokasi bencana longsor Tinoor

Tomohon – Pemerintah pusat langsung merespon proposal yang diajukan Pemprov Sulut untuk perbaikan ruas jalan Tomohon-Manado yang diterjang longsor beberapa waktu lalu.

Hal ini diungkapkan Anggota Komisi V DPR-RI, Yasty Suprajo bersama rombongan saat meninjau lokasi bencana di Tinoor, Rabu (05/02).

“Pemerintah pusat akan menyediakan dana sekitar Rp 400 Miliar untuk pembuatan jalan yang rencananya akan diperpendek sehingga waktu untuk menempuh arah Manado Tomohon ini akan lebih singkat.

Nanti dilihat apakah juga akan turut diperbaiki ruas jalur alternatif lewat Tinoor, Warembungan atau lewat kali,” jelas Yasty.

Kendati demikan kata Yasty, keberhasilan pembangunan jalan ini harus didukung kesediaan warga untuk merelakan lahannya dipakai alias digusur.

 

Sementara Welly Kereh dari Balai Pelaksana Jalan Nasional mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Pemprov Sulut bahwa pihaknya sementara melakukan proses rehabilitasi jalan yang saat ini belum bisa dibuka walaupun sudah ada jembatan sementara.

“Kami akan memperbaiki jalan penghubung sementara, sambil memperbaiki jalan-jalan alternatif lainnya. Dana-dana ini diambil dari tanggap darurat APBN,” jelas Kereh.

 

Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak bersama dinas terkait yang mendampingi kunjungan tersebut langsung memantau lokasi longsoran terparah termasuk jalan yang amblas dan kini telah dibuat jembatan bailey.

Disela-sela pemantauan Walikota mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Kota Tomohon telah menyediakan dana sekitar Rp 1,6 Miliar untuk membiayai perbaikan akses jalan alternatif yang menghubungkan Desa Warembungan – Tinoor – Tomohon.

“Pemerintah berharap masyarakat yang memiliki lahan di area perbaikan jalan dapat mendukung proses pembebasan lahan yang tentunya sesuai dengan kesepakatan.

Kepada penduduk yang berdomisili di lokasi rawan bencana ini agar tetap waspada dan sebaiknya pindah ke tempat yang lebih aman  dan bagi yang memiliki usaha di jalur ini,” tegas Eman seraya menambhkan pemerintah akan menyiapkan lokasi usaha yang baru bagi warga di tempat yang lebih aman setelah selesainya pembangunan jalan yang baru untuk terus menopang perekonomian masyarakat.

 

Pada kesempatan yang sama turut juga dalam pemantauan tersebut yakni Ketua Komisi III bagian pembangunan dan keuangan DPRD Sulut Serpha Manembu, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulut serta Wakil Ketua DPRD Parov Sulut Djendry A. Keintjem SH MH. (Maria Wolajan)

 

 

Tinggalkan Balasan

News Feed