Pejabat Teras Sulut Dibekali Pengetahuan Tentang Falsafah Pancasila
Manado – Merebaknya berbagai aksi yang menjurus pada disintegrasi, menyusul merosotnya komitmen kebangsaan membuat Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK) menghadirkan pakar ideologi Pancasila DR Ahmad Basarah dalam Sosialisasi Empat (4) Pilar Kebangsaan dan Revolusi Mental yang dihelat di Gedung Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado, pada pukul 10:00 Wita, Kamis (12/01/2016).
Basarah yang tampil bersemangat selama kurang lebih 2 jam tersebut menyentil, pelantikan pejabat Eselon II Pemprov Sulut di depan monument patung Soekarno lalu, adalah komitmen pemerintahan ODSK untuk mengingatkan kembali pada jajaran Pemprov Sulut dan masyarakat tentang pentingnya Jas Merah (Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah) sebagai pedoman dalam menjalankan tugas sebagai abdi Negara.
“Demikian juga pejabat (Eselon III, IV) yang nantinya akan dilantik pada besok (Jumat, 13 Januari 2016, red). Pancasila harus diyakini, dipelajari dan diamalkan,” ingat Basarah.
Tokoh GMNI yang didampingi ODSK dan Sekdaprov Sulut Edwin Silangen ini kemudian memaparkan tentang sejarah pendirian NKRI, serta lahirnya Pancasila sebagai falsalah Negara dan sumber dari segala sumber hukum di Indonesia yang merupakan pemikiran dari proklamator bangsa Bung Karno.
Dikatakannya, Bung Karno adalah pejuang pemikir dan pemikir pejuang. Nasionalisme is humanis. Dimana dalam pidato Bung Karno tentang Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI telah menempatkan Pancasila berada diatas UUD45.
”Jadi Indonesia menurut Bung Karno didirikan untuk semua yang dipersatukan dalam PANCASILA. Bukan untuk salah satu golongan dan agama atau suku, tapi untuk semua. Jadi jangan ada lagi dikotomi antara pribumi dan non pribumi karena para foundingfather Indonesia sudah memfinalkan itu. Inilah yang harus dipahami setiap WNI,” tegasnya seraya mengingatkan agar warga Sulut menjadi garda sekaligus benteng terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI.
Disebutkan Basarah, keputusan Presiden Joko Widodo yang telah menetapkan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila sesuai Keppres Nomor 24 tahun 2016 adalah keputusan yang tepat.
Basarah yang dicegat wartawan usai acara sosialisasi tersebut memberikan apresiasi pada Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK) yang akan mengagendakan kembali mata pelajaran tentang Pancasila di Sulut mulai tingkat PAUD.
“Saya memberikan apresiasi pada Pak Gubernur dan Wakil Gubernur yang telah menginstruksikan pada Kepala Dinas Pendidikan untuk mengagendakan kembali mata pelajaran Pancasila. Ini bagus buat generasi muda dalam penguatan komitmen kebangsaan,” tutupnya. (Advetorial)



















