Petani Sulut Minta Ada Skim Kredit Kelapa

 Workshop klaster kelapa di Sulut.
Workshop klaster kelapa di Sulut.

Manado – Petani kelapa di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) meminta agar pemerintah memberikan alokasi skim kredit kelapa guna peningkatan industri tersebut.

Ketua Asosiasi Perkelapaan Sulut (Apeksu) George Umpel mengatakan, petani kelapa Sulut sangat butuh skim kredit kelapa. Karena kelapa sawit sudah memiliki skim kredit, sedangkan kelapa dalam belum.

“Pemerintah harus berjuang agar skim kredit itu ada, supaya lahan petani dapat menjadi jaminan mendapatkan kredit di bank,”papar Umpel. Apalagi, lanjut Umpel, tanaman kelapa yang ada di Sulut 6o persen sudah berusia di atas 60 tahun sehingga tidak produktif lagi, sedangkan yang produktif hanya sekitar 40 persen. “Maka dari itu membutuhkan peremajaan kelapa, tapi petani sekarang tidak bergairah lagi untuk menanam kelapa, itulah sebabnya membutuhkan skim kredit,”ucap Umpel.

Skim kredit dan industri hilirisasi kelapa mendesak diberlakukan di Sulut. Hal ini mencuat saat workshop pengembangan klaster kelapa Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Kamis (17/10).

Acara ini dihadiri perutusan petani kelapa kabupaten dan kota, serta instansi terkait. Menurut Kepala Disperindag Sulut Olvie Atteng, hilirisasi industri kelapa sangat dibutuhkan petani Sulut, dalam rangka pengembangan produksi kelapa dan klaster kelapa.

“Peremajaan kelapa juga sangat diperlukan, namun kendala yang ada tidak tersedianya bibit kelapa yang baik. Apalagi masa tanam kelapa yang panjang sehingga dikhawatirkan hasil produksinya sedikit,”ujarnya.

Disisi lain juga, menurut Atteng, harus memikirkan industri kayu kelapa yang saat ini banyak dicari dengan harga yang baik. “Jadi mana kelapa yang akan ditebang untuk industri kayu kelapa dan mana kelapa yang diolah hasilnya,”ungkap Atteng. Sementara menurut Kepala Bidang Industri Disperindag Sulut Benny Nongkan, workshop ini bermaksud mencari solusi ke depan produk kelapa yang dapat mensejahterakan petani. Itulah sebabnya harus ada pemberdayaan petani kelapa,

“Disperindag sendiri, mencetuskan program pemberdayaan petani kelapa pedesaan,” ungkapnya. Bicara kelapa, lanjut Nongkan, sungguh luar biasa karena selalu dibicarakan tapi belum ada hasil yang maksimal.

“Nah saat ini kita harus pikirkan bagaimana agar petani kelapa di Sulut dapat menikmati hasil tanaman kehidupan ini atau tanaman kelapa,”paparnya.(Nancy Tigauw)