PN Manado Berbenah Dengan Rp.12,5 Juta Perbulan

Vincentius Banar

Manado, Cybersulutnews- Kemajuan pelayanan yang ditunjukan
Pengadilan Negeri (PN) Manado melalui keterbukaan informasi, beserta perubahan wajah gedung dengan metode standart internasional, kian memantik pertanyaan, soal jumlah anggaran yang dikucurkan oleh Korps Meja Hijau besutan Edward Simarmata ini.

Hakim Juru Bicara (Jubir) PN Manado Vincentius Banar ketika diwawancarai awak menjelaskan, bahwa pada tahun ke tahun, anggaran pemeliharaan sama. Namun tahun ini berubah strategi. Bulan Januari menghabiskan Rp12,5 juta. Bulan Februari akan memakai jumlah yang sama. Demikian terus berlangsung sampai akhir tahun,” terang Banar, (24/01)

“Jumlah pemakaian perbulan tadi, adalah hasil pembagian total anggaran perawatan per tahun, lalu dibagi 12 bulan, untuk menentukan plafon setiap bulan. Atas perintah Ketua PN, hanya boleh dipakai sejumlah itu,” tambah Banar.

Menurut Banar, ini bisa dilakukan karena PN Manado memiliki strategi yang berbeda.

“Semua pengeluaran, harus diprioritaskan pada dua tujuan utama pengadilan, yakni penanganan perkara dan minutasi. Ada hubungan langsung,” katanya.

“Pelaksanaan sangat kreatif, efisien, dan minim pengeluaran. Banyak memakai peralatan yang sudah ada. Tidak ada pembelian baru. Misalnya, perombakan lobi utama, tidak pakai biaya, karena hanya geser menggeser meja supaya lebih fungsional. Dicat ulang, lalu dibelikan taplak meja baru. Langsung, cling,” sambung Banar.

Menurutnya dalam soal pengecatan kantor, kalau dulu dikerjakan sekaligus untuk satu gedung, namun sekarang dicicil, yang difokuskan pada bagian yang kotor.

“Sebulan ini, baru menghabiskan 20 kg cat, itupun masih bersisa banyak,” sebutnya.

Ditanya soal biaya pemasangan layar monitor, Banar menerangkan jika
Komputer dan monitor TV semuanya sudah ada, namun masih terkendala dalam pemasangan kabel.

“Bekas pakai dari inventaris lama. Daur ulang. Kendala ada pada pengadaan kabel. Saat ini dalam pemesanan. Stok yang tersedia di Kota Manado, hanya kabel VGA seharga Rp 40 ribu per meter. Ketua PN tidak mau, harganya masih terlalu mahal. Minta dicarikan alternatif kabel RCA yang lebih murah. Beliau minta, dicarikan barang dengan plafon harga maksimal Rp 5 ribu per meter,” akunya.

“Tukang setempat juga belum sanggup, namun penjelasan beliau, hal yang sama pernah dilakukan di pengadilan lain dan berhasil. Yang pasti, kreatifitas PN Manado terbukti tidak harus mahal,” tandas Banar. (Marend)

Leave a Reply