
Manado -Produksi semen Tonasa di Sulawesi Utara (Sulut) terganggu karena adanya pemadam listrik yang dilakukan oleh PLN.
“Akibat pemadam listrik yang sering terjadi, membuat produksi semen terganggu,” ungkap perwakilan Semen Tonasa Afandi dalam Rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Utara (Sulut) dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru 2014, di Ruang WOC Kantor Gubernur, Jumat (22/11).
Katanya, saat ini ada kapal yang mengangkut 7.000 ton semen sudah bersandar di pelabuhan Bitung, tidak bisa bongkar muat, karena padamnya listrik. Begitu pula beberapa hari lagi akan ada kapal sandar sekitar yang mengangkut 8.000 ton semen, akan terganggu bongkar muat jika ada pemadaman.
“Ini saya pegang surat pemberitahuan dari PLN mengenai pemadaman, tapi produksi tidak bisa jalan sedangkan permintaan masyarakat cukup tinggi menghadapi Natal,” tuturnya.
Keluhan dari toko bangunan pun sudah cukup banyak, katanya karena lambatnya distribusi semen, karena produksinya yang mengalami hambatan.
Selain itu, katanya antrian truk untuk melakukan distribusi juga cukup panjang. Untuk itu hal ini harus menjadi perhatian.
“Saat ini semen Tonasa menguasai 65-70 persen market share di Sulut,” ungkapnya.
Sementara itu, dari perwakilan PLN Suluttenggo, Rully Sumantri mengungkapkan sebenarnya saat ini PLN mengalami surplus daya kurang lebih 40 megawatt.
“Pemadaman yang dilakukan tanpa ada pemberitahuan dikarena adanya gangguan alam maupun masalah teknis,” katanya.
Menurut Asisiten II Pemprov Sulut Sanny Parengkuan mengungkapkan untuk permasalah Semen Tonasa dan PLN nantinya akan ada pembicaraan khusus untuk memecahkan permasalahan tersebut.
“Jelang Natal kebiasaan warga Manado selalu berbenah, jadi ketersediaan stok harus tetap stabil,” pungkasnya.(Nancy)




















