
Manado – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sulawesi Utara Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan mendampingi Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri dalam kunjungan ke Seoul, Korea Selatan, Selasa (14/11/2017) sore. Dalam agenda itu, Ibu Megawati dan Ibu Rita bertemu dengan Perdana Menteri Korsel Yang Mulia Mr Lee Nak Yeon.
Selain pertemuan itu, rencananya pada Kamis, 16 November 2017, Megawati akan menerima gelar Honoris Causa (HC) bidang demokrasi ekonomi dari Mokpo National University (MNU). Universitas Mokpo terletak di Mokpo City, yang merupakan kota utama di wilayah barat daya Semenanjung Korea. Kampus universitas berada di kaki Pegunungan Seungdal.
Mokpo National University tumbuh menjadi universitas global yang kompetitif dengan mengupayakan pertukaran internasional dan kemitraan dengan universitas di kawasan Asia Pasifik dan seluruh dunia. MNU juga berusaha untuk memperkuat reputasi sebagai universitas yang berkomitmen untuk meneliti berbagai bidang.
MNU bertujuan untuk memimpin pembangunan daerah dengan membina dan menghasilkan bakat global berbasis regional yang mahir dalam teori dan praktik.
Upaya MNU dikhususkan untuk mengembangkan sumber daya manusia dengan kemampuan kepemimpinan yang kuat untuk memimpin masyarakat dan masyarakat sesuai dengan filosofi pendidikan kami tentang penciptaan, integritas dan pelayanan.

Setelah mengadakan pertemuan dengan PM Korea Selatan Perdana Menteri Yang Mulia Mr Lee Nak Yeon di Seoul pada Selasa (14/11/2017), Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri yang didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sulawesi Utara Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan berziarah ke Former President Kim Dae Jung Nobel Peace Prize Memorial, Kamis (16/11/2017) siang.

Makam tersebut didirikan untuk memperingati Hadiah Nobel Perdamaian yang diterima tahun 2000 lalu oleh mantan Presiden Kim Dae Jung. Kim Dae Jung (6 Januari 1924 – 18 Agustus 2009) menjabat sebagai presiden Korea Selatan dari 1998 hingga 2003. Ia memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian untuk usahanya dalam rekonsiliasi dengan Korea Utara, termasuk sejarah pertemuan puncak dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Il pada tahun 2000.

Kim adalah satu-satunya penerima Hadiah Nobel Korea dalam sejarah. Dia kadang disebut sebagai ” Nelson Mandela dari Korea Selatan”.
Disamping agenda itu, rencananya pada hari ini, Ibu Megawati dijadwalkan menerima gelar Honoris Causa (HC) bidang demokrasi ekonomi dari Mokpo National University (MNU). (Advetorial)



















