
Menurut Jane Mendur, Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Sulut, agenda utama dari RUPS-LB kali ini adalah penggantian direksi.
“Semua masih dalam tahap penjaringan. Setiap pemegang saham bisa mengusulkan nama-nama calon direksi,” katanya di Manado.
Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang sebagai pemegang saham utama terlihat hadir dan bakal memimping langsung RUPS-LB ini.
Selain itu, jajaran direksi Bank Sulutgo lainnya juga terlihat hadir antara lain Direktur Utama Bank Sulutgo Johanis Salibana, Direktur Kepatuhan Jeffry Salilo, Direktur Pemasaran Novy Kaligis, Direktur Umum Felming Harun dan Direktur Operasional Joudy Koagow.
Sebagaimana diketahui, pemegang saham Bank Sulutgo antara lain Pemerintah Provinsi Sulut 35,18%, Pemerintah Provinsi Gorontalo 3,93%, PT Mega Corpora 24,77%, dan Koperasi Karyawan PT Bank Sulut.
Sisanya dimiliki oleh 15 kabupaten/kota di Sulut, dan empat kabupaten/kota di Gorontalo.
RUPSLB yang diikuti para pemegang saham yaitu Pemprov Sulut, Pemprov Gorontalo yang dihadiri langsung Gubernur Rusli Habibie, PT Mega Corpora, Kopkar PT Bank Sulut dan Para Bupati/Walikota se-Sulutgo, Dewan Komisaris, Direksi dan Notaris.
Gubernur Sulut, SH Sarundajang mengatakan, eksistensi Bank Sulutgo harus didukung baik struktur maupun kultur organisasi sehingga menjadi kuat dan dinamis, serta adanya dukungan lintas aspek terutama dari pemangku kepentingan. “Sehingga torang pe bank dapat tampil sebagai bank yang mampu menjawab kebutuhan pengembangan perbankan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dalam konteks itulah maka RUPSLB ini dilaksanakan,” kata SHS.
Untuk itu SHS mengajak segenap jajaran PT bank Sulutgo, untuk semakin memantapkan tekad dan komitmen meningkatkan koordinasi dan sinergitas, bahkan diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi dan kreativitas melalui berbagai materi yang akan dibahas dalam forum ini.
Sementara Dirut Bank Sulutgo Johanis Salibana menyebutkan, sedikitnya ada lima materi yang akan dibahas dalam RUPSLB kali ini yaitu penjaringan bakal calon anggota dewan komisaris dan direksi PT bank Sulutgo periode Tahun 2015-2020, tindaklanjut keputusan RUPSLB 3 Juni 2015 sebagaimana keputusannya dituangkan dalam akta pennyataan keputusan rapat No. 74 diktum pertama tentang emisi saham perseroan beserta tata cara pelaksanaan, peningkatan modal dasar PT Bank Sulutgo menjadi 1,5 triliun rupiah, persetujuan pengunaan cadangan perseroan untuk pembayaran tunggakan pajak tahun 2010, dan persiapan pelaksanaan initial public offering (IFO).(nixon)




















