
Bitung- Tersangka kasus pembunuhan 2 bocah di Bitung, Abdul Rivai alias Nyong mengaku, sebelum menghabisi nyawa 2 bocah, Meisi dan Nicky, dirinya membuju 2 korban terssebut untuk ikut dengannya sambil memberi uang masing-masing 2 ribu rupiah. Hal ini dikatakan oleh terangka saat diwawancarai oleh sejumlah wartawan di Polres Bitung, Sabtu (11/1). “Kita pangge pa dorang 2 (baca : korban, red) kong kita kase doi 2 ribu supaya iko pa kita,” ujar tersangka.
Lanjut dikatakannya, sasaran utama untuk dibunuh adalah Nicky, yang tak lain masih ada ikatan keluarga dengan tersangka. Namun yang lebih duluh dihabisi adalah nyawa korban Meisi, bocah 6 tahun, dengan cara menggorok leher dengan menggunakan sebilah pisau yang biasa dipakai didapur. Setelah menghabisi nyawa Meisi, tersangka kemudian mengejar korban lainnya yakni Nicky, dan langsung menancapkan pisaunya ke bagian belakang kepala Nicky sambil memotong bagian punggung korban dari belakang. Saat korban Nicky terjatuh, tersangka kemudian menggorok lehernya hingga tewas.
Tersangka mengaku korban Nicky sempat berteriak memanggil mamanya saat sementara digorok. Tersangka sendiri meski baru berusian 16 tahun, namun sudah putus sekolah dan kesehariannya bekerja sebagai buruh di Pelabuhan Bitung. Tersangka mengaku sudah tidak punya ayah. “Kita pe mama bilang kita pe papa so mati,” ujar tersangka yang mengaku hanya membunuh dan tidak memperkosa korban wanita. Setelah selesai membunuh, tersangka mengaku memanjat pohon kelapa sambil mengambil beberapa buah kelapa untuk diambil airnya guna membersihkan pisau yang penuh darah. Tidak hanya itu, untuk menghilangkan jejak, tersangka juga pulang ke rumah yang tak jauh dari TKP, sambil menggan pakaian.
Sementara pakaiannya yang sudah penuh darah, dibuangnya di tong sampah belakang super market MM Samudera. Semua barang bukti tersebut kini sudah diamankan oleh aparat kepolisian. Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP Rivo Malonda mengatakan, motif pembunuhan sudah sangat jelas karena dendam terhadap orang tua korban. “Jadi masyarakat dihimbau untuk tidak merekayasa cerita. Kasus ini sudah ditangani oleh aparat kepolisian,” ujar Malonda yang dekat dengan pers. (Hezky)


























