
Bitung – Aktivitas walikota Bitung, Hanny sondakh yang sering melakukan perjalanan dinas keluar daerah, menuai sorotan masyarakat.
Menurut aktifis LSM Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), Raymond Lilir, seharusnya walikota lebih banyak berada di daerah, mengingat banyak permasalahn dimasyarakat yang perlu perhatian top eksekutif. Bukan sebaliknya lebih banyak keluar daerah.
“Seharusnya walikota itu jangan terlalu banyak keluar daerah. Apalagi tiap kali berangkat, tidak sedikit uang rakyat sebagaimana tertata dalam APBD dihabiskan. Sebagai pemimpin yang dipiluh rakyat, seharusnya lebih banyak memberikan perhatian dan waktu untuk masyarakat,” kata Lilir.
Lilir mencontohkan, permasalahan pasar Sagerat yang sampai saat ini perlu mendapat perhatian serius, justru terkesan dibiarkan. “Hany memperbanyak iven di pasar. Itu bukan penyelesaian masalah. Ironis, saat pedagang demo, walikota justru keluar daerah,” ujarnya.
Informasi yang berhasil dihimpun, dalam waktu sepekan ini, walikota Bitung, Hanny Sondakh sudah 3 kali bolak-balik ke Jakarta. “Yang pertama hadiri pembukaan festifal Malesung di Jakarta, lanjut ke Ambon. Baru 1 hari di Bitung, walikota sudah terbang lagi ke Jakarta, tepatnya pada Senin, 9 September, dan langsung balik malam harinya. Dua hari kemudia, balik lagi ke Jakarta. “Berapa saja uang APBD yang dihabiskan,” ujar Lilir. (Hezky Goni)




















