by

SHS :Pensiun Nanti, Saya Ingin Jadi Wartawan

Jakarta – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Dr Sinyo Harry Sarundajang kembali mendapat penghargaan pena emas yang diberikan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, dalam rapat pleno terbuka di Hotel Kawanua Cempaka Putih Jakarta Pusat, Jumat (28/06/2013) malam.


Pena emas adalah penghargaan tertinggi dari PWI yang diberikan sebagai penghargaan kepada tokoh atau masyarakat yang telah berjasa memajukan dan mengembangkan dunia pers.

Ketua Umum PWI Pusat Margiono diawal sambutanya menuturkan, penghargaan pena emas diberikan karena SHS sebagai wakil pejabat pemerintah pusat yang dinilai berhasil menjalin komunikasi yang aktif, dinamis dan proporsional serta menghargai tugas-tugas kewartawanan.


“SHS dinilai sangat perduli dengan kehidupan pers. Senantiasaa mendorong dan menyediakan fasilitas pengembangan profesionalisme kewartawanan serta tidak pernah mencederai kemerdekaan pers. Juga sebagai tuan rumah yang baik dan berhasil dalam pelaksanaan HPN di Sulut,” ujar Margiono.


Sementara Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Tarman Azzam menjelaskan, penghargaan pena mas ini diberikan atas putusan aklamasi sidang pleno Dewan Pers Pusat.


“Penghargaan ini bukan hadiah, bukan hasil barter, atau bukan barang jualan, juga bukan tanda terima kasih tetapi sebuah penghargaan atau penghormatan,” ujarnya.


Penghargaan pena emas diberikan sejak kongres PWI Pusat di Tretes Jawa Timur pada tahun 1973. Selama 40 tahun, sudah 33 orang yang menerima pena emas ini. “Orang ke-33 yang terima pena emas ialah Pak Sarundajang. Tidak semua gubernur dapat penghargaan ini,” imbuhnya.


Inilah nama-nama penerima penghargaan pena emas, ujar Tarman, diantaranya, Mr. Soemanang, Harsono, H Rosihan Anwar, Soeparjo Rustam, Sunandar Priosudarmo, GH Mantik. “Mantik diberikan penghargaan karena ketulusan sikapnya dalam membangun gedung pers yang dibangun dengan sukarela,” tuturnya.


Selanjutnya, Suprapto, Wahono, Abdul Aziz Lamadjido, Ir Muhamad Sahid, Yogi SM, Prof Dr Ibrahim Hasan, HM Ardans, CJ Rantung, Suripto, Pujono Pranyoto, Nuryana, Suryardi Sudirja, Aspar Aswin, Muhammad Safrudin, Gusti Hasan Aman, Zaenal Basri Palaguna, Mardianto, Ali Sadikin, Eva Rianti, Sory Ersa Siregar, Sutiyoso, Danny Setiawan, Rusdi Zaenal, Alex Nurdin, Barnabas Suebu dan SH Sarundajang.


Sesudah itu, SH Sarundajang dalam orasinya mengatakan, berterima kasih untuk anugerah dan kehormatan bisa menerima penghargaan pena emas. Apa yang telah ia lakukan semua atas dasar penyertaan Tuhan dan anugerah-Nya.


Baginya, pers telah memberi peran aktif sebagai pembawa informasi dan agen perubahan. “Pers bukan semata sebagai pembawa informasi tetapi bagian integral dari proses pembangunan bangsa,” urainya.


Menurutnya, pers dan pemerintah dapat mencapai tujuan dan sasaran dalam pembangunan dengan saling bekerja sama. Dimana pers berjalan dijalur penjaga akuntabilitas dan integritas pelayanan publik sementara pemerintah selaku penyelenggara kebijakan yang terukur karena kontrol dari masyarakat.


Peran pers daerah maupun nasional, ungkap Sarundajang, telah terbangun sinergitas yang kokoh dan menjadi pola dalam mendorong sebuah gagasan dan inovasi secara bersama demi kemajuan daerah.


Dicontohkan, pengalaman saat menyelesaikan konflik di Ambon Maluku tahun 2000-2003, bagaimana peran media dalam melaksanakan peace jurnalism.  “Sinergitas rekan-rekan pers dan dirinya dengan gagasan peace-making dan peace-building dapat tercipta sehingga konflik dapat didiakhiri dengan happy ending,” jelasnya.


Usai disematkan pin pena emas dan jas kehormatan dari Ketua Umum PWI Pusat, Sarundajang diminta untuk memberi tanggapannya. Sarundajang pun mengatakan, bila ia pensiun nanti akan mnjadi wartawan. “Saya ingin jadi wartawan bila sudah tidak aktif lagi di pemerintahan. Keinginan ini terungkap saat belajar di sebuah Universitas di Perancis. Dimana ada seorang rekan yang ternyata juga seorang wartawan yang sedang membongkar kasus Water Gate. Saya tertarik seperti dia,” katanya.


Dalam kesempatan ini para panelis yang hadir memberikan nilai kepada Sarundajang dengan nilai sangat memuaskan atau kumlaude.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang, Bendahara KNPI Pusat Febian Sarundajang, Karo Pemerintahan dan Humas Pemprov Sulut Noldy Tendean, Kadis Pertanian dan Peternakan Sulut Johanis Palenewen, Kadis PU J Kenap, Kaban Penghubung Ir Jemmy Kuhu dan perwakilan para pimpinan media cetak di Sulut. 

Comment

Leave a Reply

News Feed