Manado – Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) RI dan Balai Pelestarian Nilai Budaya Manado memberikan pengetahuan melalui acara Jejak Tradisi Daerah 2015 kepada sejumlah siswa-siswi SMA.
Kali ini, Sulawesi Utara menjadi tuan rumah yang digelar di Badan Pelatihan Sulawesi Utara, Rabu (3/6/2015)
Gelaran jejak tradisi daerah 2015 yang diikuti siswa-siswi utusan Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Minahasa Utara Drs Max Tapada MSc.
Dalam penyampaian sambutannya pelaksanaan ini dalam upaya menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda terlebih khusus budaya yang dimiliki Sulawesi Utara.
“Hal ini merupakan upaya pelestarian budaya meliputi upaya perlindungan, pengembangan pengetahuan budaya, perlindungan, pengembangan dan pemanfatannya,” ujarnya kepada sejumlah peserta.
Pelaksanaan ini para siswa diberikan materi pengetahuan dan pengenalan sport budaya lokal/daerah.
Bahkan pelaksanaan yang digelar selama tiga hari peserta menuju obyek-obyek wisata dan budaya didaerah yakni pembuatan kayu khas Wolaan Tomohon, pembuatan tepung kelapa Paleko, pembuatan musik tradisional kolintang, pala manis di Karegesan dan pembuatan keramik di Desa Pulutan.
Sementara itu, salah satu peserta Evander Alvius Tambuwun dari SMAN 3 Gorontalo kelas X mengatakan jejak tradisi daerah sangat penting dikenalkan kepada kami selaku siswa.
“Sehingga budaya disetiap daerah sangat penting kita lestarikan bersama,”ujarnya kepada Cybersulutnews.co.id.
Senada dikatakan Jesica Siswi utusan SMAN 1 Manado kelas X menandaskan keikut sertaan dalam kegiatan ini membuat kita sebagai generasi muda lebih sadar akan kekayaan budaya yang kita miliki.
“Dan membawa kita lebih tahu akan warisan budaya yang kaya akan budaya khususnya di sulawesi utara,”ujarnya sembari mengatakan disini kita saling mengenal satu sama lain dan lebih memahami arti budaya yang sesungguhnya.(tian)




















