Manado – Sekolah Polisi Negara (SPN) Karombasan Manado, Senin (14/09/2015) pagi, sekitar pukul 04.00 Wita, mendadak gempar. Remi Groderiel Alexandro Nosi (19), warga Bahu, Kecamatan Malalayang, siswa didikan SPN Karombasan ditemukan tak bernyawa di tempat tidur asrama SPN.
Dari informasi yang dirangkum Cybersulutnews.co.id, sebelum ditemukan tewas, korban bersama rekan-rekan angkatan sempat menggelar ibadah bersama. Usai menggelar ibadah, korban yang baru dua bulan menempuh studi di SPN Karombasan beranjak ke kamarnya untuk tidur.
“Kemudian pada pagi harinya, sekitar pukul 04.00 Wita, rekan-rekan se asrama korban mencoba membangunkan korban untuk mengajaknya mengikuti olahraga namun, korban tak bangun. Mengetahui korban tak bernyawa, rekan korban kemudian melaporkan kejadian itu ke saya,” kata Kepala SPN Karombasan AKBP Satake Bayu kepada sejumlah wartawan.
Seketika itu juga lanjut Bayu, jasad korban langsung dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. Namun tidak diijinkan pihak keluarga.
“Setibanya di rumah sakit, kami langsung serahkan jasad korban ke pihak keluarga. Jasad korban sendiri tak diotopsi karena tidak diijinkan keluarga,%E


























