
Tomohon – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tomohon, DR Arnold Poli menantang siapa saja yang mempunyai bukti dugaan adanya honorer siluman yang mengikuti test CPNS untuk mengungkapnya.
“Jika memang punya bukti, saya persilahkan siapa saja untuk membuktikannya. Pemkot Tomohon terbuka. Namun saya tegaskan, tak ada honorer siluman di Tomohon,” kata Poli, Kamis (07/11).
Poli kemudian berkelit, sebelum honorer dikirim ke pusat, sudah dilakukan uji publik yang cukup lama. Namun tak ada sanggahan sama sekali dari masyarakat.
“Kami mempersilahkan siapa-pun juga yang ingin mengusut tuntas hal ini. Lebih bagus sampai ke pihak kepolisian supaya jelas,” tegas Poli.
Sebelumnya, Ketua Komisi A, Drs Paulus Sembel menegaskan proses rekruitmen CPNS dan Honda K2 Tomohon harus diselidiki.
“Masalah CPNS dan Honda K2 sekarang, letaknya bukan pada kesulitan tes atau Lembar Jawaban Komputer (LJK) peserta seleksi CPNS akan langsung dibawa ke Kemenpan Reformasi Birokrasi, tapi masalahnya terletak pada proses rekruitmen apakah memenuhi persyaratan atau tidak,” tegas Sembel.
Pria yang dikenal vokal diruang sidang ini mengatakan, jangan sampai ada CPNS dan Honda K2 siluman yang tidak memenuhi syarat diikutkan dalam proses seleksi dan mengikuti tes.
“Sekali lagi saya akan mempersoalkan hal ini, dan kepada yang merasa dirugikan khususnya tenaga kontrak, silahkan mengadu dan saya akan mempersoalkannya sekaligus akan membawanya ke ranah hukum,” jelas Sembel.(Maria Wolajan)




















