Manado – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengekspor biji pala ke Afrika menyusul permintaan dari negara tersebut cukup tinggi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Olvie Atteng mengatakan pengiriman biji pala ke Afrika sebanyak 30 ton.
“Biji pala sebanyak 30 ton yang diekspor ke Afrika mampu menghasilkan devisa bagi daerah sebesar US$360.000,” katanya.
Katanya, biji pala tersebut dilakukan dua kali pengiriman dalam awal bulan Juli ini.
“Komoditi biji pala dijadikan masyarakat Afrika sebagai bumbu masakan, aroma terapi dan bahan baku farmasi,” katanya.
Lanjut dikatakan Atteng, biji pala selain diekspor ke Afrika juga Amerika, Eropa dan Asia. Produksi, biji pala dan turunannya yang paling banyak dari daerah Kepulauan Sitaro.
Katanya, kualitas biji pala asal Sulut sangat tinggi dan bisa memenuhi hampir sebagian besar kebutuhan komoditi ini di dunia.
Katanya, memang saat ini harga biji pala mengalami penurunan. “Harga biji pala saat ini dikisaran Rp40.000 yakni lebih murah jika dibandingkan beberapa waktu lalu Rp90.000 per kilogram,” katanya.






















