Tidak Ikut Serta Dalam Bimtek, ADD dan Tunjangan Perangkat 2014 Tidak Akan Dicairkan

Minsel,-Selang beberapa minggu dibulan November 2913, BPMPD Minsel memprogramkan 177 Hukum Tua dan Lurah di kabupaten Minahasa Selatan untuk ikut Bimbingan Teknis (Bimtek) di Jakarta dan Bali. Bahkan, bimtek tersebut wajib diikuti seluruh hukum tua maupun lurah. Dan para hulkumtua dan lurah diharus menyetor Rp 7,5 juta yang diambil dari ADD tahun 2013.

Ketua Umum DPP Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI) Noldy Pratasis mengaku kecewa dengan Pemkab Minsel. ‘’memang saya kecewa dengan Pemkab Minsel. Sebab, bimtek yang dilaksanakan BMPPD Minsel hanya hambur-hamburkan uang rakyat saja,’’ ujar Pratasis.

Pratasis menyebut, para hukum tua dan lurah se-Minsel mengikuti perintah Kepala BMPPD Minsel Ollyvia Lumi, SSTP harus terbang dengan dua kloter. Pertama, pertengahan November. Kedua, akhir November langsung Jakarta dan pelatihannya dipusatkan di Hotel Grand Menteng Jl Prataman 21 Jakarta Pusat.

Menariknya, kata Pratasis bahwa keberangkatan para kumtua dan lurah kuat dugaan adalah perintah Kepala BPMPD Minsel. Dimana, kalau tidak ikut serta maka ADD dan tunjangan perangkat 2014 tidak akan dicairkan. Artinya, isu tersebut membuat para kumtua kelabakan.

‘’Dan terbukti, sekitar 95 persen kumtua dan lurah se-Minsel dengan terpaksa harus berangkat. Padahal, ada banyak kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Lantaran, isu diatas bahwa oknum kumtua tak ikut maka ADD dan tunjangan perangkat tahun 2014 tak akan cair,’’ Kata Pratasis.

Ditambahkan Putra Kelahiran Kaneyam ini bahawa keberadaan hukum tua dan lurah di Jakarta pun tidak serta merta mengikuti bimtek. Ternyata, banyak juga yang keluyuran atau jalan-jalan saat sejumlah nara sumber menyampaikan materinya.

Kekecewaan dimata Pratasis atas bimtek belum akan selesai. Karena ternyata, BPMPD Minsel sendiri tidak ada pengawasan. Termasuk, Kepala BPMPD Minsel Ollyvia Lumi, SSTP jarang berada dilokasi. Malahan, kabarnya Lumi bersama suami yang juga Sangadi Desa Nanasi Kecamatan Poigar-Bolmong lebih banyak berada diluar lokasi.

‘’Saya pantau bimtek kumtua dan lurah di Jakarta. Saya turunkan orang-prang PAMI dan datang ke Hotel Grand Menteng tanpa diketahui panitia. Dan ternyata, tidak ada yang istimewa program tahunan bimtek tersebut. Tetapi, hanya untuk berfoya-foya belaka,’’ sebut Pratasis dengan nada keras.

Dengan demikian, katanya lagi bahwa Rp 1,3 miliar lebih itu apakah benar-benar diperuntukan untuk acara bimtek? Yang pasti, PAMI masih sementara menyelidiki besaran uang tersebut mengalir dimana saja.

‘’Dan PAMI akan melakukan investigasi untuk mengungkap aliran dananya. Seperti apakah hanya masuk kantong pribadi atau juga ada pihak ketiga lainnya yang menyusun program tahunan ini. Kita lihat saja, pasti PAMI akan menemukan secepatnya,’’ tegasnya.

Laporan: Jufan Dissa

Tinggalkan Balasan