Tiga TSK Pembunuhan di Bitung Ditangkap di Kotamobagu

Ilustrasi Tewas
Ilustrasi Tewas

Bitung – Aparat Kepolisian Bitung, kembali sukses menangkap tiga orang tersangka pembunuhan di Bitung beberapa waktu lalu, masing-masing AM alias Aped, MK alias Lino dan HB alias Hendra.

Para tersangka diamankan saat sedang memancing ikan di Desa Molobo, Kota Kotamobagu, Selasa (19/11) pagi kemarin. Dengan ditangkapnya tiga tersangka tersebut, tinggal seorang tersangka inisial AN alias Angky yang masih diburu petugas.

Ditahannya tiga orang tersangka ini menyusul empat rekannya yang terlebih dahulu sudah berada di sel, diakui Kapolres Bitung, AKBP Hari Sarwono, SIK MHum melalui Kapolsek Urban Bitung Barat, AKP Sudartono. “Tinggal seorang lagi inisial AN yang masih dalam pengejaran. Kini sudah tujuh tersangka berhasil kami diamankan,” kata Kapolsek.

Dikatakan Sudartono, penangkapan ini berkat kerja sama tim buser Polres Bitung dengan Polres Kotamobagu. Saat diamankan pagi kemarin, para tersangka yang menyebut kelompok GAS (gabungan anak-anak service) di Kelurahan Madidir, Bitung ini sementara memancing ikan di Desa Molobo, Kota Kotamobagu. Seorang tersangka inisial HB terpaksa dilumpuhkan dengan tima panas, lantaran mencoba kabur. “Para tersangka kini sudah berada di Mapolsek Bitung Barat dan tengah menjalani pemeriksaan,” sebut Sudartono sambil menambahkan empat tersangka lainnya yang telah diamankan sebelumnya masing-masing, ST alias Stev alias Onde, UD alias Ulen, OP alias Opan dan HB alias Osno.

Diketahui, peristiwa berdarah yang terjadi di Kelurahan Manembo-nembo, Sabtu (9/11) lalu, menewaskan Salim Tampilang (42) warga Kelurahan Manembo-nembo Bawah, Kecamatan Matuari, Bitung. Akibat terjangan parang, lelaki beranak dua yang keseharian berprofesi tukang ojek tewas mengenaskan dengan dua luka tikaman di punggung dan dua jari tangan kiri putus. Tak hanya Salim, dua warga lainnya yakni lelaki Chandra Lariwu (27) dan Nadi Salehati (23) ikut jadi korban dengan luka sayatan benda tajam dibagian tangan. Awalnya Polisi ssedikit kesulitan mengungkap kasus ini, dikarenakan para pelaku saat melakukan aksi, menutup wajah dengan masker. Namun karena usaha dan kerja keras, akhirnya para pelaku berhasil ditangkap. (Hezky)

Tinggalkan Balasan