Manado – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mulai mengantisipasi dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Wakil Gubernur Sulut, Djauhari Kansil melalui Kepala Biro Ekonomi, Pemprov Sulut, Adry Manengkey mengatakan mengantisipasi pra dan pasca dampak penyesuaian BBM bersubsidi maka TPID harus mencari jalan keluar yang terbaik sehingga imbasnya tidak terlalu besar.
“TPID akan terus berusaha mengantisipasi kenaikan harga BBM agar dampaknya tidak terlalu tinggi terhadap inflasi karena juga bersamaan dengan bulan Ramadhan serta liburan anak sekolah,” katanya.
Assisten Direktur BI Perwakilan Sulut, Eko Siswantoro mengatakan untuk mengantisipasi dampak pra maupun pasca kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM maka harus ada langkah-langkah yang akan dilakukan.
“Kenaikan BBM bersubsidi diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap kenaikan tingkat inflasi di Kota Manado,” katanya.
Lanjut ia jelaskan, kalau BBM bersubsidi naik Rp1.000 per liter akan memberikan sumbangan bagi inflasi sebesar 2,07 persen. Jika naik Rp1.500 per liter memberi andil bagi inflasi 2,53 persen dan jika premium naik Rp2.000 dan solar nak Rp1.000 per liter akan berdampak pada inflasi 2,53 persen.
Dan resiko dampak kenaikan BBM bersubsidi, katanya yakni tindakan spekulatif menjelang kenaikan BBM, antrian BBM bersubsidi, peningkatan ekspektasi masyarakat menjelang penyesuaian harga BBM bersubsidi yang berpotensi mendorong inflasi pada level yang lebih tinggi.
“Dan mungkin akan penurunan daya beli masyarakat, kenaikan ongkos dalam kota yang memiliki andil cukup besar dalam inflasi Kota Manado,” jelaskan.
Ditambahkannya, perlu adanya sinergitas antara pemerintah daerah, Pertamina, aparat keamanan dalam rangka pengendalian risiko instabilitas ekonomi dan keamanan.
“Pengendalian ekspektasi masyarakat, perencanaan tarif angkutan baru yang lebih hati-hati dan seksama serta pengendalian stabilitas keamanan menjadi penting dalam menahan dampak kenaikan BBM bersubsidi terhadap laju inflasi Kota Manado,” pungkasnya.
Dalam rapat TPID tersebut dihadiri oleh Pemerintah Pemprov Sulut, Pertamina, BI, instansi terkait lainnya.














