Minahasa – Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang SS menyebut bahwa, perempuan Minahasa memiliki peran krusial dan strategis dalam pembangunan bangsa.
Hal ini dikatakannya pada acara Advokasi Kebijakan dan Pendampingan, yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Minahasa, di Anos Cafe Tondano, Rabu (06/08).
Namun demikian, dalam mengaplikasikan peran tersebut, perempuan masih diperhadapkan dengan tantangan yang cukup signifikan.
“Kontribusi perempuan dari sektor keluarga, pendidikan, sosial, hingga kepemimpinan politik, tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi,” ujarnya.
Menurutnya, peran dan akses perempuan di berbagai bidang, termasuk pendidikan, pekerjaan, dan pengambilan keputusan, masih terdapat kesenjangan.
“Masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan bersama. Kegiatan advokasi ini tentu sangat penting untuk memperkuat kapasitas, memperluas wawasan, dan mendorong keberanian perempuan agar terlibat aktif dalam kehidupan bermasyarakat,” tukasnya.
Wabup Vasung kemudian mengingatkan kembali soal ketangguhan, kecerdasan, dan keberanian perempuan Minahasa yang sudah tercatat dalam sejarah, seperti tokoh pahlawan nasional Maria Walanda Maramis.
“Tantangan kita saat ini bukan lagi sekadar memperjuangkan eksistensi perempuan, tetapi memastikan perempuan hadir dan berperan aktif dalam proses pembangunan. Perempuan harus menjadi pengambil keputusan, bukan hanya pengikut. Perempuan harus menjadi pelaku pembangunan, bukan objek semata,” imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan adalah agenda bersama, bukan hanya tugas kaum perempuan. Menurutnya, pemerintah, masyarakat, organisasi, dan seluruh pemangku kepentingan harus bersinergi.
“Dengan memberdayakan perempuan, kita sejatinya sedang memberdayakan masyarakat dan generasi yang akan datang,” ungkapnya.
Vanda berharap, kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan aksi nyata.
Ia mengajak para peserta untuk memanfaatkan forum ini sebagai ajang untuk berdiskusi aktif dan membangun semangat baru.
“Saya berharap setelah kegiatan ini, ada pengakuan dan semangat baru untuk memperkuat peran perempuan di Minahasa di segala bidang,” katanya seraya membuka acara secara resmi.
Sementara, Kepala Dinas PPPA Minahasa, Josefin Kaurow mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan partisipasi perempuan di bidang politik, hukum, sosial, dan ekonomi.
“Acara ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah untuk memastikan hak-hak perempuan terpenuhi dan mereka dapat berkontribusi optimal dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.(fernando lumanauw)





















