
Tomohon – Kota Tomohon sementara dalam penilaian Piala Adipura tahap pertama (P1) oleh Kementerian Lingkungan Hidup sampai, Senin (18/11). Penilaian Adipura ini dilakukan dua hari sejak, Sabtu (16/11).
Menyambut tim juri, Pemkot Tomohon bersiap. Salah satunya adalah menyediakan tempah sampah organik dan anorganik di sejumlah titik, tak terkecuali halnya di kawasan pertokoan di pusat kota.
Dari pantauan di lapangan, tempat sampah itu berdiri rapi di trotoar.
Namun sejumlah pemilik toko berharap, ketersedian tempat sampah ini janganlah hanya karena moment penilaian Adipura saja.
“Seperti pengalaman tahun lalu, selepas penilaian Adipura, kami para pemilik toko diminta menyediakan tempat sampah sendiri,” ungkap Memey salah satu pemilik toko.
Seharusnya kata dia, Pemkot harus menyediakan tempat sampah, karena Tomohon adalah Kota Adipura, sehingga kebersihan adalah hal mutlak.
“Jangan hanya selepas penilaian Adipura, kota terlihat kotor lagi. Di mana-mana banyak sampah berserakan. Salah satu faktor adalah karna tak tersedianya tempat sampah,” kata Memey.
Sebelumnya Assisten II Pemkot Tomohon, Ir Ervienz Liuw mengatakan Pemkot meningkatkan kualitas kebersihan di sejumlah titik pantau.
“Seperti jalan protokol, pasar, tempat pembuangan akhir dan sekolah-sekolah,” jelas Liuw yang juga Plt Kadistanakan Tomohon.
Penambahan fasilitas seperti truk sampah, tempat-tempat sampah diharapkan akan menaikkan kualitas kebersihan Tomohon dibanding tahun lalu.
“Semoga Tomohon bisa kembali mempertahankan Piala Adipura,” tandas Liuw. (Maria Wolajan)




















