Warga Resah, LPG di Bitung Diduga Dipasok ke Daerah Lain

Bitung – Masalah kelangkaan gas LPG ukuran 3 Kg selang satu bulan terakhir, hingga harganya melonjak sampai Rp 30 ribu, diduga karena dipasok ke daerah lain.


Hal ini diakui oleh kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kota Bitung, Ir Alex Watimena. Menurutnya, gas LPG di Bitung banyak dibawa ke daerah lain seperti di Minut, Manado dan lainnya.


Hal ini mengakibatkan terjadi kelangkaan di Bitung. “Memang ada sejumlah tabung yang dibawa ke Minut. Saya sendiri tidak tahu mengapa, karena itu bukan urusan kami, tapi pihak agen,” ujar Watimena. 


Lanjut dikatakannya, pihaknya tidak dapat berbuat lebih mengingat tidak punya kewenangan untuk mengambil tindakan. Tugas Dinas ESDM menurutnya hanya mengawasi proses penyaluran di pangkalan-pangkalan serta harga yang tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).


“Yang bisa menindak pihak-pihak yangs sengaja membawa gas lpg dari Bitung ke daerah lain, itu pihak Kepolisian. Tugas kami mengawasi jika ada pangkalan yang menjual di atas HET,” tukasnya. 


Seperti diketahui, selang beberapa pekan terakhir, gas lpg mulai menghilang di Bitung. Jika ada, harganya sudah jauh diatas HET, 14.500 rupiah, sudah jadi 25 sampai 30 ribu. Tidak hanya itu, menurut pengakuan sejumlah warga, isi bersih sudah tidak lagi 3kg, melainkan sudah berkurang jauh. “Bahkan ada yang tidak ada karet,” ujar Vonny, warga di Girian. 

Tinggalkan Balasan