Wartawan Sulut Keliling Museum BI

Wartawan Sulut berkunjung ke Museum BI
Wartawan Sulut berkunjung ke Museum BI

Manado- Wartawan Sulawesi Utara (Sulut) mengunjungi Museum Bank Indonesia yang berada di daerah Kota Tua Jakarta tepatnya di jalan Pintu Besar No 3 Jakarta Barat.

Kunjungan ini, dalam rangkaian kegiatan Media Gathering BI 2014 wartawan ekonomi Sulut di Jakarta, 28-30 Januari 2014.

Pegawai Museum BI, Sinyowati yang menuntun kami dalam mengelilingi Museum BI tersebut mengatakan bahwa Museum Bank Indonesia sangat megah dan indah tidak hanya itu di tempat inilah museum benar-benar menjelma sebagai gudang ilmu yang menghadirkan tidak hanya gambaran masa silam tetapi juga harapan masa depan yang mengundang kekaguman pengunjung ,karena disini disuguhkan sebuah perpaduan kemegahan arsitektur bangunan Belanda dan kecangihan teknologi saat ini.

Katanya, 12 Loket Kasir yang kokoh berada di ruang pelayanan pengunjung Museum Bank Indonesia yang digunakan sejak masa De Javasche Bank dan kemudian saya masuk ke ruang pengunjung “front office” yang bergaya minimalis.

Selanjutnya ke ruang peralihan yang menyajikan permainan interaktif melalui proyektor

khusus menampilkan serangkaian mata uang yang melayang dan akan memberikan informasi

ketika pengunjung menangkap salah satu mata uang tersebut. Permainan yang menarik.

Katanya, Museum ini adalah bangunan cagar budaya. Pada awalnya merupakan bangunan Binnenhospital rumah sakit di Batavia tahun 1643. Kemudian mulai 5 Mei 1830 menjadi gedung De Javasche Bank. Merupakan bank yang terpenting di Hindia Belanda. Terjadi perombakan dan perbaikan

terhadap gedung dan bangunan sampai akhirnya pada ulang tahun ke 100 ( 1928 ) De Javesche

Bank memiliki kantor yang dapat mencerminkan posisi penting mereka

Ciri gedung ini bergaya neo-klasik dan unsur lokal terlihat megah , dihiasi dengan kaca

patri beragam motif . Setelah kepindahan seluruh fasilitas dan pegawai Bank Indonesia ke

Kompleks perkantoran yang baru di jalan MH Thamrin , oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia

gedung ini ditetapkan sebagai museum hal ini sejalan dengan kebijakan Pemda DKI yang yang

menjadikan daerah Kota sebagai kawasan bersejarah Jakarta Kota Tua.

Mengapa Museum Bank Indonesia dibangun ? Hal ini mengingat Bank Indonesia merupakan bank

sentral yang didirikan tahun 1953 merupakan lembaga yang sangat vital dalam kehidupan

ekonomi nasional karena kebijakan-kebijakana­nnya berdampak langsung pada perekonomian

bangsa.

“Tetapi tampaknya sebagian besar masyarakat belum memahami tentang tugas dan fungsi

Bank Indonesia sehingga sering terjadi salah persepsi masyarakat terhadap Bank Indonesia,” katanya.

Sementara itu, katanya gedung kantor Bank Indonesia merupakan peninggalan bersejarah De Javasche

Bank yang terancam rusak dan tidak dipergunakan lagi padahal telah ditetapkan pemerintah

sebagai bangunan cagar budaya , dan Bank Indonesia juga memiliki benda-benda dan dokumen-

dokumen bersejarah yang perlu dirawat dan dikelola. Untuk tujuan itulah Museum Bank

Indonesia dibangun .(nancy)

Tinggalkan Balasan