80 Persen Daerah Rawan, Minahasa ‘Dihantui’ Bencana Alam

(foto.ilustrasi
(foto.ilustrasi

Minahasa – Survei Tahun 2011 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, 80 persen wilayah di Kabupaten Minahasa merupakan daerah yang memiliki kerawanan bencana cukup tinggi.

Pada kondisi ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa, Yohanes Pesik SIP, kepada CSN, Selasa (19/11) menuturkan, kondisi rawan tersebut dipengaruhi dengan kontur tanah Minahasa yang berbukit, dapat menyebabkan tanah longsor dan banjir bandang, ditambah lagi daerah pesisir Danau Tondano yang kerap banjir akibat luapan air.

Dikatakannya pula, BPBD Minahasa berupaya agar 80 persen daerah yang dianggap rawan dapat diperhatikan pemerintah pusat, melalui pembangunan antisipasi bencana, juga berupa bentuk sosialisasi kepada masyarakat.

“Bila ada hujan deras lebih dari 2-3 jam, warga yang rumahnya berada didaerah rawan longsor atau banjir, agar segera mengungsi dirumah kerabat untuk sementara waktu, karena dalam kondisi seperti ini, bencana mengintai didepan mata,” ujarnya.

Lanjut menurut Pesik, BPBD Minahasa telah melakukan lobi dengan BNPB dan telah dijanjikan akan mendapat bantuan pembangunan infrastruktur daerah rawan bencana yang tersebar di seluruh Kabupaten Minahasa.

“Sebab, bila bergantung pada anggaran daerah, kemampuan APBD Minahasa sangat minim untuk pembangunan daerah rawan bencana,” ungkap Pesik.(fernando lumanauw)

 

Tinggalkan Balasan

News Feed