Sidik Jari Tak Sakti, Pejabat Tomohon Disinyalir Sering Mangkir

Arnold Poli
Arnold Poli

Tomohon – Absensi sidik jari yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon ternyata masih tak mempan diterapkan bagi sejumlah petinggi di Pemerintahan Walikota Jimmy F Eman ini.

Pasalnya dari penelusuran di lapangan, ada banyak pejabat yang tak melakukan ritual ini setiap pagi dan sore.

Salah satu dialamatkan ke Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tomohon, DR Arnold Poli.

Entah karena alasan apa, Poli sering kali tak menyidik jarinya di mesin sebagai tanda jika dirinya hadir setiap hari di kantor, terkecuali jika dirinya sedang tugas luar.

“Memang saya akui saya sering tak sidik jari, namun saya banyak kali sampai jam 8 malam di kantor,” jawab Poli santai, saat dikonfirmasi, Kamis (07/11).

Fenomena ini mengundang rasa ketidakadilan bagi banyak PNS di jajaran Pemkot Tomohon. Dari curhatan hati sejumlah staf di Sekretariat Daerah Kota Tomohon. Mereka (staff-red) hanya terlambat satu atau dua menit sudah dianggap terlambat.

“Konsekwensinya, Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) kami dipotong. Yang kami pertanyakan, apakah para pejabat juga dipotong TTP-nya karena tak melakukan absensi sidik jari?,” keluh salah satu staff yang minta identitasnya dirahasiakan.

Terpisah,  Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tomohon, Masnah Pioh menjelaskan sesuai Peraturan mengenai disiplin PNS, jika tak hadir atau terlambat TTP dipotong.

“Jika terlambat, TTP dipotong 1 persen. Dan itu berlaku menyeluruh,” tandas Pioh. (Maria Wolajan)

 

 

News Feed