Dugaan Gratifikasi Walikota Manado, Kasus Rolex Terkubur Bersama Kematian Franky

Manado – Gembar gembor soal dugaan gratifikasi dalam pemberian jam tangan mewah merk Rolex kepada Walikota Manado, GS Vicky Lumentut oleh almarhum Franky Sondakh, kontraktor proyek pembangunan Youth Center Rp 9,6 Miliar pupus sudah. Pasalnya, Penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulut terkabar telah menghentikan penyelidikan kasus gratifikasi jam Rolex tersebut.

Sulitnya mendapatkan bukti menjadi alasan dihentikannya kasus tersebut, ditambah karena saksi kunci, yakni yang memberikan jam super mewah, tak lain kakak Angelina Sondakh itu telah meninggal dunia. Mantan Kasubdit Tipikor Polda Sulut, AKBP Wiliam Simanjuntak serta penyidik lainnya di Mapolda Sulut ketika dikonfirmasi Cybersulutnews.co.id beberapa waktu lalu tak menampik, kalau mereka pernah menyelidiki jam Rolex pemberian Franky kepada Walikota saat pembangunan gedung Youth Center Manado berjalan.

Keduanya pun mengaku pada Oktober lalu pernah berangkat ke Jakarta menuju tokoh Cristal Palace untuk menyelidiki jam yang disebut gratifikasi tersebut. Namun sayang penyelidikan yang dilakukan sia-sia, sebab penyidik tidak menemukan bukti CCTV serta kuitansi pembayaran jam tersebut.

“Kamu tau dimana keberangkatan kami ke tokoh Cristal Palace,” kata Mantan Kasubdit dengan nada tinggi.

“Memang benar kami pergi ke tokoh tersebut untuk menyelidiki jam Rolex itu, tapi kamu dapat infonya dari mana ? Kedatangan kita kesana (Cristal Palace-red) juga sia-sia. Kita tidak mendapat buktinya. Rekaman CCTVnya sudah tidak ada, katanya sudah terhapus sebab pembeliannya sudah lewat beberapa tahun,” kata Mantan Kasubdit serta penyidik kepada Cybersulutnews.co.id.

Meski tidak mendapat rekaman CCTV pembelian, penyidik terus mencari bukti lain yaitu dengan mencari kuitansi pembelian. Namun penyidik juga tidak menemukan kuitansi pembelian tersebut.

“Kuitansi pembeliannya juga tidak ditemukan. Katanya sudah tercecer karena pembeliannya sudah lama, parahnya lagi pemilik tokoh bukan asli Indonesia, jadi kita agak sulit untuk menyelidiki kuitansi itu,” aku penyidik.

Ketika penyidik mulai genjar menyelidiki jam Rolex, tiba-tiba saja kabar meninggalnya Franky, tak lain kakak dari Angelina Sondakh ini terdengar di Balikpapan. “Penyelidikannya sudah kita hentikan sebab saksi yang menguatkan sudah meninggal,” ungkapnya.

Penyelidikan jam Rolex Franky ke Walikota Manado mulai diselidiki penyidik Tipikor Polda Sulut pasca terangkatnya penyimpangan pada pembangunan gedung Youth Center Manado yang menggunakan anggaran dari kemenpora sebesar Rp 9,6 miliar. Jam Rolex itu pun dianggap sebagai gratifikasi
.
Pasalnya, Franky yang adalah kontraktor dari proyek tersebut memberikan cuma-cuma jam dengan harga puluhan juta rupiah. Hal itu pun menimbulkan kecurigaan, hingga akhirnya penyidik Polda melakukan penyelidikan.

Untuk kasus korupsi Youth Center sendiri penyidik sudah menetapkan sebelas tersangka, dua diantaranya sementara menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Manado, lima diantaranya baru akan menjalani tahanan pada Desember ini. Sedangkan empat lainnya belum dibeber penyidik. (jenglen Manolong)

Tinggalkan Balasan