PAD Sulut Tak Capai Target, Kinerja Dispenda Disorot

Manado – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut tahun 2014 tidak mencapai target.‎ Kepala Bidang Anggaran pada Badan Pengelola Keuangan dan Barang Milik Daerah (BPK-BMD) Sulut, Jeetje Pangemanan SE mengungkapkan, dari target PAD sebesar Rp 991 101 010 028, Pemprov Sulut hanya mendapatkan 91 persen.

“Angka pasti PAD tahun 2014 saya tidak hafal, yang saya ingat capaiannya hanya 91 persen,” ungkap Pangemanan menjawab wartawan, Kamis (08/01).

Capaian PAD tahun 2014, berbanding terbalik dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu melampaui. “Tahun sebelumnya target PAD selalu melampaui,” kata Pangemanan yang menolak berkomentar saat ditanya penyebab target PAD tak capai karena faktor Kepala Dinas yang bukan Sarjana Ekonomi.

Adapun, imbas dari tak capainya target ini, kinerja Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sulut sebagai SKPD pengumpul PAD dipertanyakan.

Pengamat Pemerintahan Sulut, Taufik Tumbelaka menilai SKPD yang dikomandani Roy Tumiwa pantas disalahkan atas capaian PAD yang tak capai target. Menurutnya, ada dua asumsi. Pertama, aparat Dispenda lambat atau tidak maksimal dalam upaya mengejar target capaian PAD, kedua, penetapan target yang tidak rasional. “Ini berarti Dispenda tidak akurat dalam hitung-hitungan,” imbuh Tumbelaka.

Wakil Gubernur Sulut, Djouhari Kansil ketika dikonfirmasi mengenai PAD yang tak capai target mengaku belum mengetahui. “Saya belum bisa berkomentar karena belum mendapatkan laporan terkait capaian PAD. Ini teknis, soal angka-angka, jadi no coment dulu,” ujar Wagub, Kamis (08/01).

Ketika ditanya apakah target PAD tak capai karena faktor Kepala Dispenda, Wagub juga enggan berkomentar.

Tinggalkan Balasan